alexametrics
Kamis, 25 Feb 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Jalan Tani Munduk Dangka Akhirnya Diperbaiki Secara Swadaya

24 Januari 2021, 05: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

jalan tani mundul, perbaikan jalan, dana swadaya

Para warga dan relawan saat melakukan perbaikan jalan, kemarin (Istimewa)

Share this      

MANGUPURA – Para petani   di Munduk Dangka, Subak Bernasi, Banjar Padang Tawang, Desa Canggu, Kuta Utara akhirnya melakukan perbaikan Jalan Usaha Tani  secara swadaya.

Padahal, para warga setempat sudah pernah mengusulkan untuk perbaikan jalan tersebut ke Pemerintah Kabupaten Badung, sayangnya sampai sekarang tidak terealisasi.

Martinus I Made Sujana salah seorang inisiator perbaikan  jalan secara swadaya itu mengakui jika pihaknya bersama relawan melakukan pelebaran jalan.

Para relawan sebagian besar adalah pekerja pariwisata. Karena pandemi Covid-19 belum juga berlalu, pihaknya  kemudian berinisiatif untuk mengerjakan perbaikan jalan mulai dari pelebaran sampai penimbunan secara swadaya.

“Dulu jalannya kecil, sekarang menjadi tiga meter,” kata Martinus. Mengenai biaya perbaikan, dia mengatakan  para relawan menyumbang sesuai dengan kemampuan.

Misalnya, ada yang menyumbang konsumsi untuk yang kerja, ada juga yang menyumbang limestone, mulai dari satu truk sampai dua truk dan lainnya.

“Untuk limestone sampai saat ini sudah ada sebanyak 6 truk yang menyumbang,” ujarnya. Tercatat ada total 26 relawan

yang terlibat dari kegiatan perbaikan jalan tersebut sementara untuk penggarap sawah di Munduk Dangka berjumlah sekitar 30 orang juga turut terlibat.

“Relawan bukan hanya mereka yang pemilik atau penggarap sawah, tapi memang ada yang secara sukarela terlibat dalam kegiatan itu,” katanya.

Sementara  Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Wayan Wijana membenarkan pernah ada usulan untuk perbaikan jalan usaha tani di Munduk Dangka, Subak Bernasi Canggu.

“Memang dulu pernah ada usulan secara lisan dan sudah ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lapangan,” kata Wijana.

Namun, dari pengecekan ke lapangan, jalan yang diusulkan tidak memenuhi kriteria sebagai jalan usaha tani melainkan lebih kepada jalan lingkungan.  

“Karena jalan yang diusulkan mengarah ke jalan lingkungan bukan jalan usaha tani,  karena lebar lebih dari 2 meter. Maka rencananya diarahkan ke PUPR, namun karena kondisi keuangan belum bisa ditindaklanjuti,” bebernya.

Sementara pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan petani bersama relawan. “Kami menyampaikan apresiasi kepada krama subak di sana karena telah mampu

mewujudkan pembangunan sarana pertanian secara swadaya. Saat ini kami memang belum menganggarkan jalan usaha tani

di daerah ini dan kedepan akan menjadi salah salah satu yang akan kami usulkan dan koordinasikan,” pungkasnya.

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP