alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Nasib Objek Wisata di Gianyar Bali Terkini

Dulu Pendapatan Per Hari Bisa Rp 100 Juta, Kini Anjlok Jadi Rp 5 Juta

09 Februari 2021, 18: 59: 41 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Gianyar terkini, objek wisata, Dinas Pariwisata Gianyar, pendapatan, pariwisata bali, DTW, dampak pandemi, vaksin, sektor pariwisata, Cpvid-19, Pemkab

CAGAR BUDAYA: Objek Wisata Goa Gajah, salah satu DTW yang dikelola Pemkab Gianyar (IB Indra Prasetya)

Share this      

GIANYAR-Belum berakhirnya wabah pandemi Covid-19 (Corona) membuat pendapatan di sejumlah objek wisata yang dikelola pemerintah terus mengalami keterpurukan.

Seperti halnya di ‘Kota Seni’ Gianyar, Bali. Sejak munculnya pandemi, pendapatan dari objek wisata yang dikelola pemerintah Kabupaten Gianyar juga ikut anjlok.

Bahkan, sesuai data, bila dulunya pendapatan dari DTW (Daya Tarik Wisata) yang dikelola pemerintah daerah bisa mencapai Rp 100 juta per hari, kini sejak pandemi pendapatan hanya berkisar antara Rp 5 juta-Rp 6 juta per hari.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan, Selasa (9/2).

Disebutkan, dari sejumlah objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar, seperti Pura Tirta Empul; Pura Gunung Kawi Tampaksiring; Gunung Kawi Sebatu; Goa Gajah; Yeh Pulu, dan Candi Tebing. Hanya Tirta Empul dan Goa Gajah yang masih ada pengunjungnya.

 “Dari sekian itu, hanya Tirta Empul dan Goa Gajah yang masih ada pengunjungnya,” tandasnya.

Menurutnya, seluruh objek wisata yang dikelola oleh pemkab merupakan cagar budaya dan menjadi destinasi favorit wisatawan asing.

“Sehingga harga tiketnya pun tergolong mahal, dan karena mayoritas peminatnya adalah wisatawan asing, dengan situasi (pandemi Covid-19) seperti sekarang, tentu sangat mempengarahui pendapatan,”imbuhnya.

Lantas apa langkah pemerintah untuk menyiasati hal ini? Ditanya demikian, kadispar mengaku belum bisa berbuat banyak lantaran pengelolalan masih berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) lama.

Termasuk upaya untuk menurunkan harga tiket di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Pasalnya, dalam Perda terhadap objek, nama objek dan jumlah rupiah, kata kadispar sudah jelas diatur.

“Kalau mau mengubah (harga tiket, red) harus ada mekanisme yang sama dan membutuhkan waktu yang lama,” ujarnya.

Ditambahkannya, dari data 2019 atau sebelum Covid-19, Dinas Pariwisata Gianyar mencatat, pendapat retribusi di sejumlah objek wisata yang dikelola pemda sebesar Rp 75 miliar.

Sedangkan pada 2020, dari awal Covid-19 hingga Desember 2020, pendapat menurun dan hanya memperoleh/menerina sebesar Rp 12, 7 miliar.

Untuk itu, berkaca dari pengalaman 2020, dan dengan masih berlangsung wabah pandemi Covid-19 hingga Februari 2021 ini, maka target pemdapatan retribusi diturunkan mencapai Rp 25 miliar.

“Tentunya kami juga akan sambil melihat perkembangan, dan mudah-mudahan hadirnya vaksin yang sudah disalurakan bisa memberi harapan,” ujarnya.

Dengan adanya vaksinasi, pihaknya berharap target kunjungan bisa terpenuhi.

“Mudah-mudahan ada pergerakan dan kegiatan masyarakat tidak dibatasi dipertengahan ini,” harapnya.(ib indra prasetya)

(rb/dra/pra/JPR)

 TOP