alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Sisi Lain Pencarian Tiga Pemancing Hilang

5 Hari Lalu Sempat Mancing di TKP, Anak Minta Gendong Sebelum Hilang

17 Februari 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

tiga pemancing, pemancing hilang, pantai mimba manggis, ombak tinggi, lima hari, basarnas karangasem

MEMINTA PETUNJUK: Pihak keluarga saat melakukan upacara di lokasi kejadian untuk meminta petunjuk agar ketiga korban segera di temukan. (Zulfikar Rahman/Radar Bali)

Share this      

Petugas gabungan dari Basarnas, Pol Air, Bakamla dan Balawista BPBD Karangasem kembali melakukan pencarian terhadap tiga pemancing yang dinyatakan hilang di Pantai Mimba, Manggis, Karangasem. Namun, hingga kini petugas belum menemukan jasad ketiganya.

ZULFIKA RAHMAN, Manggis

KELUARGA, kerabat dan teman-teman dari ketiga korban yakni I Kadek Rena, I Wayan Abdiana, I Gede Satya, terus menunggu proses pencarian di pantai Bias Tugel, Banjar Mimba, Desa Padangbai.

Pihak keluarga sudah terlihat di lokasi kejadian sejak pukul 06.00 pagi. Mata dari ibu I Gede Satya terlihat sembab. Ada harapan besar agar anaknya tersebut bisa ditemukan. 

Berbagai upaya untuk menemukan ketiganya sudah dilakukan pihak keluarga. Selain usaha dari tim gabungan yang melakukan pencarian,

unsur niskala dengan melalukan berbagai persembahyangan dan mencari pentunjuk orang pintar juga tak luput untuk bisa mengembalikan ketiganya.

Adik kandung Kadek Rena, I Komang Sumerta Teja ingat betul sebelum ketiganya ini berangkat pada Sabtu (13/2) malam lalu.

Ia yang juga kerap ikut memancing, memang tidak ada niatan untuk memancing di Pantai Bias Tugel.

“Kumpulnya di rumah (di Selat). Dari awal memang saya tidak ada niat mau mancing. Tapi sebelumnya saya selalu ikut,” ujarnya ditemui di lokasi.

Padahal pihak keluarga sudah mencoba mengingatkan kepada Kadek Rena agar tidak pergi memancing mengingat Sabtu lalu merupakan hari raya Tumpek Landep.

Namun, Kadek Rena mengatakan hanya sebentar. “Katanya hanya sebentar. Kalau ombak jelek akan balik lagi,” ucapnya menirukan kata-kata kakaknya itu.

Antara I Kadek Rena dengan I Wayan Abdiana masih memiliki hubungan keluarga dekat. Sumerta menuturkan, sebelum berangkat anak paling sulung dari I Wayan Abdiana sempat meminta digendong.

Namun, oleh Abdiana anaknya yang masih berusia dua tahun itu berkelit dan bersembunyi agar tidak ketahuan. “Ngumpulnya di rumah saya. Ada saya juga di sana,” kenangnya.

Diakui Sumerta, memang setiap kali datang memancing di Pantai Bias Tugel itu, dia dan kakaknya tersebut kerap memancing di lokasi dekat kejadian.

Diakui, ombak ketika malam hari cukup besar. Terlebih air pasang. Bahkan, pengakuan Sumerta, dia dan kakaknya Kadek Rena baru lima hari lalu memancing di lokasi kejadian.

Tepatnya di sebelah timur. “Kakak saya itu memancing di sini (pantai Bias Tugel) baru sekitar empat bulanan. Selalu sama saya mancingnya.

Terakhir lima hari lalu. Dapat ikan ikan mata belok. Ya, selalu dapat memang. Sebelum memancing kami selalu sembahyang dulu,” kata Sumerta.

Sumerta menduga, ketiga rekannya itu belum sempat memancing. Ketika akan menyebrangi lokasi kubangan tempat diduga ketiganya tercebur, mereka tersapu ombak yang besar.

“Mungkin ketika mau sembahyang tiba-tiba ada ombak besar. Karena joran (alat pancing) belum sempat digunakan. Itu kemungkinan begitu,” imbuhnya.

Dia berharap, ketiganya bisa segera ditemukan. Baik dalam kondisi apapun. Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem

I Gusti Ngurah Eka Widnyana, mengatakan, pencarian hari kedua terhadap tiga korban yang hilang dilakukan sejak pukul 06.00 pagi.

Dengan menggunakan rubber boat pihaknya langsung melakukan penyisiran ke arah timur hingga ke perairan pantai Wates dan arah barat menyisir pantai Bugbug.

“Dibantu juga relawan yang melakukan penyelaman di areal TKP dengan jarak 25 meter dari bibir pantai. Hasilnya masih nihil,” kata Ngurah Eka.

Pihaknya menduga, posisi ketiga korban berada di areal kubangan yang ada di bawah tebing. Pasalnya, alat pancing korban ditemukan di kubangan tersebut.

"Dugaan kita korban  didalam kubangan. Karena kubangan tersebut terus dimasuki oleh ombak pecah. Sehingga, tim tidak bisa melakukan proses pencarian di kubangan.

Karena arus di bawah cukup besar. Kalau kita menyelam di Kubungan akan sangat berbahaya. Jadi meminimalisir kejadian," tandasnya. 

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP