alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Dugaan Korupsi PEN Pariwisata Buleleng

Sempat Mangkir karena Diabetes Kumat, Oknum Pejabat Dispar Ditahan

22 Februari 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Korupsi Dana PEN, PEN Buleleng, Dispar Buleleng, Kejari buleleng, pejabat tersangka, aliran dana, pejabat korupsi, pejabat ditahan,

Tersangka I Nyoman Gunawan (rompi oranye) saat digiring petugas menuju mobil tahanan, Senin (22/2) (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA-Sempat tak hadir karena sakit, satu dari delapan tersangka korupsi dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata di Buleleng, Senin (22/2) akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Dia adalah I Nyoman Gede Gunawan, salah satu pejabat di Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, ini akhirnya menjalani pemeriksaan di Kejari Buleleng, setelah minggu lalu tidak bisa dihadirkan karena penyakit diabetesnya mendadak kambuh.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, Tersangka Gunawan didampingi oleh pengacaranya, Gede Suryadilaga.

Baca juga: Santuan Kematian Pasien Covid-19 Batal Diberikan, Kadinsos Minta Maaf

Tersangka Gunawan diketahui datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng sekitar pukul 08.30 pagi. Ia langsung naik ke ruang pemeriksaan yang ada di lantai dua.

Kemudian, setelah hampir enam setengah jam menjalani pemeriksaan, atau sekitar pukul 15.00, tersangka keluar dari ruang penyidik.

Usai keluar dan turun ke lantai satu, dengan mengenakan rompi berwarna oranye dan tangan terborgol, petugas langsung membawa tersangka Gunawan ke sel tahanan Mapolres Buleleng.

Dengan dibawanya Tersangka Gunawan ke sel tahanan Mapolres  maka sudah ada 8 orang tersangka yang ditahan.

Mereka adalah Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana, Sekretaris Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Ayu Wiratini, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata I Nyoman Gede Gunawan, serta Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Putu Budiani.

Kemudian ada sejumlah pejabat eselon IV yang juga jadi tersangka.

Mereka adalah Kepala Seksi Promosi dan Kerjasama I Gusti Ayu Maheri Agung, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Nyoman Sempiden, Kepala Seksi Pengembangan dan Peningkatan Sumber Daya Pariwisata Kadek Widiastra, serta Kasi Kelembagaan dan Standarisasi Pariwisata Putu Sudarsana.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) pada Kejari Buleleng, Wayan Genip mengatakan, penyidik memutuskan melakukan penahanan pada tersangka.

Genip menyebut peran tersangka Gunawan hampir sama dengan peran yang diambil tersangka I Gusti Ayu Maheri Agung dalam perkara ini.

“Jadi dalam pelaksanaan program Buleleng Explore, dia mengadakan rapat dengan para tersangka lainnya. Dalam rapat tersebut disepakati mengumpulkan uang yang akan digunakan sebagai dana kesejahterana pegawai. Sehingga dari rapat tersebut diterjemahkan oleh para PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Red) melakukan mark up harga dan membuat laporan pertangggungjawaban fiktif,” kata Genip.

Lebih lanjut Genip mengatakan, hingga kini dana kerugian negara yang telah dikumpulkan oleh penyidik mencapai Rp 524.610.900. Genip menyebut ada sejumlah pihak yang turut menerima aliran dana, namun belum mengembalikan dana.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP