alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Masih Ada Puluhan Juta Belum Dikembalikan

Ini Nama-Nama Instansi yang Terima Aliran Dana Korupsi PEN Pariwisata

23 Februari 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Korupsi Dana PEN, PEN Buleleng, Dispar Buleleng, Kejari buleleng, pejabat tersangka, aliran dana, pejabat korupsi, kembalikan uang korupsi,

TUNJUKKAN BB : Kajari Buleleng dan para kepala seksi saat menunjukkan barang bukti yang disita dari para tersangka (Dok Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA-Delapan tersangka korupsi dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata di Buleleng sudah ditahan.

Mereka adalah Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana; Sekretaris Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Ayu Wiratini; Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata I Nyoman Gede Gunawan; serta Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Putu Budiani.

Kemudian ada sejumlah pejabat eselon IV yang juga jadi tersangka.

Mereka adalah Kepala Seksi Promosi dan Kerjasama I Gusti Ayu Maheri Agung, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Nyoman Sempiden, Kepala Seksi Pengembangan dan Peningkatan Sumber Daya Pariwisata Kadek Widiastra, serta Kasi Kelembagaan dan Standarisasi Pariwisata Putu Sudarsana.

Mereka ditahan pada dua lokasi berbeda. Tersangka pria ditahan di Rutan Mapolres Buleleng, sementara tersangka wanita ditahan di Mapolsek Sawan Singaraja.

Usai menahan kedelapan tersangka, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) pada Kejari Buleleng, Wayan Genip mengatakan, bahwa  hingga kini dana kerugian negara yang telah dikumpulkan oleh penyidik mencapai Rp 524.610.900.

Genip menyebut ada sejumlah pihak yang turut menerima aliran dana, namun belum mengembalikan dana.

Berikut nama-nama instansi pemerintah yang diduga ikut menikmati aliran dana korupsi PEN Sektor Pariwisata Buleleng.

Pertama, yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng. Di instansi ini, Genip mengatakan bahwa uang yang didistribusikan di BPKPD Buleleng dan belum dikembalikan nilainya diperkirakan antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Kedua yakni Inspektorat Buleleng. Sama seperti di BPKPD, diduga di instasi ini, besaran uang yang didistribusikan diperkirakan mencapai Rp 1 juta- Rp 2 juta.

Ketiga, yakni Dinas Pariwisata Buleleng. Kata genip, di instansi ini, masih ada beberapa staf yang juga belum menyerahkan aliran uang pada penyidik. Besaran nilai bervariasi

Keempat, yakni Dinas Perizinan. Di instansi ini semua staf diakui telah mengembalikan uang.

“Masih ada puluhan juta yang belum dikembalikan. Di Dispar itu dibagi hampir ke seluruh pegawai, tapi baru beberapa orang saja yang mengembalikan. Kemudian dari instansi lain, baru perizinan saja yang mengembalikan,” tukas Genip.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP