alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Penangkapan Ibu Muda Pembuang Bayi

Diduga Wanita Cantik itu Buang Bayi karena Malu Punya Anak Tanpa Bapak

24 Februari 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

bayi dibuang, bayi perempuan dibuang, bayi dalam kardus, Polsek Denbar, wanita cantik, pembuang bayi ditangkap, wanita pekanbaru ditangkap, OMS,  PPA

Bayi perempuan malang yang dibuang dan ditemukan di Jalan Gunung Lawu, Pemecutan Kelod, Denbar, Sabtu siang lalu. (Istimewa)

Share this      

OMS, wanita cantik asal Pekanbaru, Riau ditangkap jajaran unit Reskrim Polsek Denpasar Barat.

Ia ditangkap hanya selang beberapa jam setelah heboh kasus penemuan bayi perempuan dalam kardus di depan rumah mewah di Jalan Gunung Lawu, No.11 Pemecutan Kelod, Denpasar Barat.

Lalu apa yang melatarbelakangi hingga wanita muda ini nekat dan tega membuang darah dagingnya sendiri?

Baca juga: Beban Puncak Listrik di Bali Menurun saat Pandemi Covid-19

ANDRE SULLA, Denpasar   

RAUT penyesalan masih tampak terlihat dari wajah OMS.

Wanita muda berusia 28 tahun asal Pekanbaru, Riau ini mengaku masih syok usai ditangkap polisi di Kawasan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Sabtu malam lalu (20/2) sekitar pukul 20.30 WITA.

Wanita muda ini, ditangkap setelah polisi mendapat informasi dan petunjuk dari pihak Yayasan Metta Mama Maggha Denpasar dan RS Prima Medika.

Petunjuk itu yakni terkait kedatangan OMS ke Yayasan Metta Mama Maggha di Jalan Gunung Lawu, Denbar.

Saat itu, dari keterangan sumber kepolisian, OMS sekitar pukul 14.00 WITA atau dua jam usai heboh penemuan bayi sempat menanyakan keberadaan kepada salah seorang pengelola yayasan tentang keberadaan bayi yang ditemukan tak jauh dari yayasan.

Bahkan saat menanyakan bayi, pengelola yayasan mengaku tak menaruh curiga kepada OMS. Bahkan sebaliknya, pihak yayasan sempat menduga bahwa OMS adalah calon pengadopsi bayi.

“Saat itu pihak yayasan justru mengira jika pelaku ini orang dermawan dan punya sosial tinggi dan hendak mengadopsi bayi. Dan pihak yayasan tidak curiga bahwa dia adalah pelaku pembuang bayi,”terang sumber kepolisian.

Selanjutnya, atas pertanyaan OMS, pengelola yayasan menyarankan kepada OMS untuk datang ke RS Prima Medika.

Atas saran pihak yayasan, OMS sekitar pukul 16.00 WITA kemudian datang ke RS Prima Medika tempat bayinya dirawat usai dibuang dalam kardus bersama popok dan kendi berisi ari-ari.

Setiba di RS, OMS langsung menemui salah satu petugas medis dan menyatakan ingin bertemu dengan putrinya.

“Saat di RS, pelaku ini mengaku kepada dokter jaga bahwa dia adalah ibu kandung dari si bayi ini,”imbuh petugas.

Mendengar pengakuan OMS, dokter jaga terkejut dan melarang OMS masuk ke ruang perawatan bayi karena khawatir hal yang tak diinginkan menimpa sang bayi.

Selanjutnya, sambil menanyakan identitas dan alamat OMS, pihak RS kemudian menyarakankan agar OMS pulang, karena sang bayi masih dalam perawatan.

Atas saran petugas medis, tanpa ada rasa curiga, OMS kemudian pulang.

Selanjutnya, usai pelaku pulang, petugas medis kemudian menghubungi Polsek Denbar dan Dinas Sosial Kota Denpasar.

Singkat cerita, usai mendapat informasi, polisi bersama petugas Dinsos Denpasar malam itu juga langsung mengamankan OMS di Jimbaran.

Usai ditangkap tanpa perlawanan, OMS oleh pihak Polsek Denbar kemudian diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar.

Setelah dibawa ke Unit PPA Polresta Denpasar, dengan ditemani neneknya, OMS tampak terlihat depresi.

Bahkan, kata sumber kepolisian, OMS terus menangis dan menyesali perbuatannya.

"Sementara ini belum ditahan. Masih dalami keterangannya. Dia mengaku memyesali perbuatannya,”ujar sumber.

Lebih lanjut, meski masih sulit untuk dimintai keterangan, namun sumber mengatakan bahwa perbuatan OMS membuang bayinya sendiri itu diduga karena ia malu.

 OMS malu karena melahirkan anak tanpa bapak.

“Katanya dia memiliki suami, tapi ditinggal pergi setelah melahirkan," pungkas sumber petugas.

Terkait keterangan sumber, Kapolsek Denpasar Barat Kompol Doddy Monza membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan OMS.

"Pemeriksaan awal, dia mengaku bahwa bayi yang dimaksud adalah anaknya. Dia sempat datang ke Yayasan tak jauh dari TKP dan sempat mendatangi RS Prima Medika," kata
Kompol Doddy Monza.

Hanya saja terkait motif pelaku membuang bayi, Kompol Doddy menyarankan agar mengkonfirmasi langsung ke unit PPA Polresta Denpasar. "Silahkan langsung konfirmasi ke PPA saja biar jelas," tukasnya.(*)

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP