alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Kekurangan Petugas Kesehatan, Bhabinkamtibmas Dikerahkan Lacak Covid

25 Februari 2021, 13: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

Anggota polisi bhabinkamtibmas yang mengikuti pelatihan sebagai petugas tracer di aula Wisnu Hartono Polres Tabanan.

Anggota polisi bhabinkamtibmas yang mengikuti pelatihan sebagai petugas tracer di aula Wisnu Hartono Polres Tabanan. (JULIADI/ RADAR BALI)

Share this      

TABANAN – Aparat kepolisian yang bertugas di masing-masing desa atau biasa disebut Bhintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) kini tidak sekadar melaksanakan tugas bagaimana menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Namun di tengah pandemi Covid-19 ini mereka juga memberikan imbauan dan penegakan protokol kesehatan di masyarakat.

Tak cukup sampai di situ, Babhinkamtibmas ini juga memiliki tugas tambahan baru. Salah satunya polisi menjadi petugas tracer (pelacak) kasus Covid-19 di desa-desa.  

Sebanyak 133 bhabinkamtibmas di seluruh desa di Tabanan kini sedang mengikuti pelatihan menjadi seorang petugas tracer di aula Wisnu Hartono Polres Tabanan, Rabu (24/20. Pelatihan tersebut diberikan selama tiga hari penuh. Pelatihan menjadi petugas tracer diberikan langsung oleh Dinas Kesehatan Tabanan.

Baca juga: Aneh! Tabanan Tabrak SE Gubernur Soal Jam Malam saat PPKM

Waka Polres Tabanan Kompol I Ketut Gelgel mengatakan aparat kepolisian bhabinkamtibmas desa yang memiliki tugas tambahan menjadi petugas tracer. Dengan maksud membantu membackup petugas kesehatan di masing-masing desa. Karena selama ini tenaga medis yang bekerja dalam penanganan Covid-19 di desa kekurangan jumlah personel.

“Jadi polisi bhabinkamtibmas desa ikut dilibatkan untuk meringankan beban tugas petugas kesehatan. Karena ini langsung perintah Kapolri sehingga kami bentuk di Tabanan,” kata Kompol Gelgel.

Dia melanjutkan polisi yang menjadi petugas tracer dengan tugas nantinya mengupayakan pelacakan (tracking), penelusuran (tracing) dan pengujian (testing). Mereka turun melacak warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Misalnya identifikasi orang-orang yang intens kontak erat dengan pasien Covid-19. Yakni anggota keluarga dari pasien, kerabat yang kerap kali mengunjungi pasien, tetangga sekitar rumah dan toko atau warung yang setiap saat dikunjungi pasien terkonfirmasi. Selain itu identifikasi tracking juga dilakukan relasi rekan kerja dari pasien.

Kemudian untuk tracing melakukan penelusuran bahwa warga tersebut kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 lokasi dimana dan kapan mereka kontak langsung. Sehingga mudah dilakukan sterilisasi di lokasi tempat tertular. Sedangkan untuk pengujian (testing) warga, nantinya berkoordinasi dengan petugas kesehatan di desa.  

“Dan juga anggota kami yang turun ke lapangan lengkap dengan membawa formulir khusus pelacakan pasien Covid-19,” terang kompol Gelgel Rabu (24/2).

Kompol Gelgel menyebut polisi yang menjadi petugas tracer setiap kali melakukan penelusuran terhadap warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Akan turun dari rumah ke rumah kemudian petugas juga dilengkapi dengan baju alat pelindung diri (APD).

Saat ini petugas tracer ini turun benar-benar dapat memastikan siapa saja warga yang kontak erat dengan pasien. Selanjutnya hasil dari tracking nya tracking barulah dilaporkan kepada gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tingkat desa dan kecamatan.

Bhabinkamtibmas desa ini yang bertugas menjadi petugas tracer akan bertugas siaga penuh. Kapan pun mereka diminta sudah siap. “Kami berharap dengan dibentuknya petugas tracer dari anggota bhabinkamtibmas desa dapat memutus rantai persebaran Covid-19. Terutama dapat membantu petugas kesehatan di desa semaksimal mungkin,” pungkasnya. 

(rb/jul/yor/mus/JPR)

 TOP