alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Buka Sekolah Usai Nyepi, Mahayastra Klaim Gianyar Segera Bebas Covid

Ubud Jadi Percontohan Bebas Covid

27 Februari 2021, 10: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pandemi covid-19, bupati mahayastra, bupati gianyar, bebas covid-19, buka sekolah, hari raya nyepi

Bupati Made Mahayastra menunjukkan zona hijau dan kuning merata di seluruh desa di Gianyar (Indra Prasetia/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR – Bupati Gianyar, Made Mahayastra, mengklaim dalam waktu dekat Gianyar akan bebas dari Covid-19.

Berdasar data sebaran Covid tidak ada lagi zona merah di Kabupaten Gianyar. Sudah menunjukkan zona hijau dan kuning.

Apabila zona ini bisa terus dipertahankan, maka sekolah tatap muka akan dibuka. Dan Ubud akan dibidik menjadi wilayah percontohan bebas Covid-19.

Baca juga: Pariwisata Bali Dihantam Pandemi, Bus Pariwisata Terbakar Misterius

Berdasar data yang dirilis Bupati Mahayastra, sebanyak 17 desa/kelurahan di Gianyar masuk zona hijau. Kemudian ada 47 zona kuning. Dan enam desa berada dalam zona orange.

“Secepatnya Gianyar akan bebas Covid-19. Saya yakin itu,” ujar Bupati Mahayastra didampingi Wakil Bupati Anak Agung Mayun, Jumat kemarin (26/2).

Untuk persentase kesembuhan, berada pada 90 persen. “Kita harus bangga, dan bersyukur. Ini harus dipertahankan,” ujarnya.

Bupati Mahayastra menegaskan hal tersebut sebuah capaian yang tidak mudah. Butuh sebuah nyali dari seorang pemimpin, dan butuh dukungan dari semua pihak.

“Kami sudah perang terbuka, semua komponen telah mendukung saya. Sebagai pemimpin, saya harapkan terus ada dukungan, karena untuk bisa bebas dari covid,” pintanya.

Pihaknya berharap angka kesembuhan bisa terus bertahan. Dan zona hijau kuning ini bisa bertahan dua minggu ke depann.

“Kalau ini bisa bertahan, target usai Nyepi (Maret 2021, red), saya akan buka pendidikan tatap muka, saya juga akan ambil keputusan pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, seorang kepala daerah di Kabupaten punya kewenangan membuka Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kepala daerah punya kewenangan buka sekolah SD dan SMP. Kalau ini dibuka, gubernur akan lihat untuk SMA,” jelasnya.

Lanjut dia, yang harus diperhatikan saat ini adalah mempertahankan zona hijau dan merubah zona kuning jadi hijau. “Sekarang bertahan dulu (hijau),” jelasnya.

Meski sekolah dibuka, secara teknis, kata dia akan diatur dengan aturan yang lebih rinci. “Tetap prokes (protokol kesehatan, red). Kehadirannya setengah-setengah apa gimana. Jangan full dulu. Itu lebih ke teknis,” ungkapnya.

Sementara itu, upaya lainnya adalah menjadikan Ubud sebagai desa percontohan bebas Covid-19. Untuk mengupayakan hal itu,

Sabtu hari ini ini (27/2) rencananya bupati bersama wakilnya, Anak Agung Mayun, dan Sekda akan memberikan pemarapan di Jaya Sabha Denpasar.

Hadir dalam pemaparan, dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali.

“Baru akan dibicarakan besok (hari ini, red), dengan Kementerian di Jayasabha, mudah-mudahan tidak ada perubahan,” ujarnya.

Rencananya vaksin akan didrop ke Ubud. Nantinya masyarakat Ubud akan didata, termasuk pekerja pariwisata yang ada di Ubud.

“(Di Jaya Sabha, red) Saya akan bawa data berapa penduduk Ubud dan kawasan wisata Ubud berapa tenaga kerjanya,

berapa jumlah hotel dan restoran di Ubud, serta data lainnya sehingga bisa dikaji dan kita tinggal tunggu keputusan,” bebernya.

Pihaknya ingin Ubud menjadi kawasan zero Covid-19. “Ubud akan jadi percontohan bebas Covid-18 atau zero Covid-19, sehingga akan jadi suatu kampanye yang luas biasa, bahkan di Indonesia belum ada,” ungkapnya.

Apabila upaya itu berhasil , barulah akan diterapkan di kabupaten lain. Diantaranya Badung yang mengarah ke Kuta hingga Nusa Dua.

“Syukur Gianyar jadi yang pertama karena tingkat keseriusan kita menangani Covid-19 dilihat oleh pusat, oh ini ternyata bupatinya bekerja,

Satgas Covid-19 nya bekerja, karena selama ini mereka cenderung hanya melihat data saja,” jelas bupati lagi.

Bupati Mahayastra juga meminta dukungan semua komponen masyarakat untuk memerangi Covid-19.

“Saya hanya minta, semua pihak di Kabupaten Gianyar agar mendukung langkah yang saya ambil. Saya butuh dukungan untuk mengeluarkan Gianyar dari pandemi,” pungkasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP