alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Reka Ulang Kasus Pembunuhan Cewek Subang

Tarif Kencan Cewek MiChat yang Tewas Dibunuh Hanya Dibandrol Rp 300 Rb

27 Februari 2021, 20: 30: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pembunuhan, dwi farica lestari, cewek subang,  tewas telanjang, TikToker Cantik tewas,  Polresta Denpasar, reka ulang, tarif cewek michat,

Korban Dwi Farica Lestari semasa hidup (foto kiri); Tersangka Wahyu Dwi Setyawan (kanan) (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR-Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar, Sabtu (27/2) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap cewek cantik asal Subang, Jawa Barat, Dwi Farica Lestari (DFL), 23.

Rekonstruksi pembunuhan yang terjadi di Thalia Homestay, Jalan Tukad Batanghari XA, Gang I No.12, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan yang terjadi pada Sabtu dini hari (16/1) lalu itu digelar di halaman belakang Mako Polresta Denpasar.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya saat dikonfirmasi di sela memimpin rekontruksi, menyebutkan, ada 28 adegan yang diperagakan ulang tersangka Wahyu Dwi Setyawan, 23 saat menghabisi nyawa wanita open BO melalui aplikasi dewasa MiChat asal Dusun Karang Anyar RT/ RW 018/003, Desa Kebon Danas,  Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Baca juga: INSPIRATIF Kembangkan Kaki Palsu Berbahan Sampah Plastik Bagi Difabel

Dari puluhan adegan yang diperagakan ulang pria beristri asal Dusun Krajan Lor, RT 002 / RW 002 Kelurahan Sumberejo, kecamatan Ambulu, kabupaten Jember, Jawa Timur, salah satu yang jadi sorotan yakni soal pertemuan tersangka hingga aksi kencannya dengan korban Dwi Farica.

Ternyata, dari hasil reka ulang, pria yang sebelumnya sempat bekerja sebagai driver ojek online (ojol) ini sempat mengungkap kronologi perkenalannya hingga tarif kencan bersama korban.

Menurut Tersangka Wahyu, saat menghubungi korban via aplikasi MiChat, antara tersangka dengan korban sempat saling tawar menawar harga kencan.

“Saat percakapan itu, tersangka menyepakati tawaran korban yang membandrol tarif kencan sebesar Rp 300 ribu dengan system pembayaran COD (Cash on Delivery) alias bayar di tempat,”terang Kompol Anom Danujaya.

Lanjut Kompol Danunjaya, dari keterangan Tersangka Wahyu, tarif kencan sebesar Rp 300 ribu, itu korban akan memberikan layanan full service kepada tersangka.  

Usai menyepakati harga, tersangka langsung OTW (On the Way) dari kamar kosnya di Jalan Pulau Bungin I No.17 Densel menuju TKP usai mendapat alamat dari korban via google maps.

Perjalanan tersangka hingga ke kamar 1 Thalia Homestay di Panjer, Densel itu terungkap dari adegan 1-10.

 

Pada adegan pertama hingga kesepuluh itu, Tersangka Wahyu Dwi Setyawan  datang ke TKP dengan mengenakan celana pendek  jeans warna biru dongker, jaket warna merah, helm warna hijau bertuliskan Gojek dan mengendarai sepeda motor Hoda Vario 125 warna putih DK 5326 EF.

Bahkan saat menuju ke TKP, Tersangka Wahyu juga telah membawa senjata tajam jenis Kerambit yang dimasukan dalam saku bagian belakang.

Singkat cerita, dengan mengikuti petunjuk aplikasi google maps, tersangka akhirnya tiba di depan Thalia Homestay.

Namun sebelum masuk ke area homestay, tersangka sempat berteduh di warung Klontong Tukad Batanghari Gang. X. A Denpasar Selatan, tak jauh dari penginapan.

Saat turun dari sepeda motor dan hendak duduk di lantai bersandar rolling door, tiba-tiba  rolling door berbunyi terdorong badan korban.

Lantaran pintu rolling, penjaga warung yakni saksi Awiyono terkejut dan membuka rolling door dari dalam.

Saat membuka pintu, pria yang sempat dijadikan saksi itu, sempat menegur tersangka dan kemudian menutup rolling door setelah tersangka mengatakan menumpang berteduh.

Singkat cerita, usai berteduh di warung, Tersangka langsung bergegas ke kamar 1 di lantai 2 Thalia Homestay sesuai arahan korban.

“Tersangka berjalan menuju ke kamar korban melalui tangga homestay dengan melepas sandal jepit. Sementara itu, sepeda motornya di tinggal depan warung,”terang Kompol Danujaya.

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP