alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi
Lahirkan 20 Sarjana

STMIK Bandung Bali Ajak Lulusan Ubah Pandemi Jadi Peluang dan Bangkit

27 Februari 2021, 21: 10: 59 WIB | editor : ali mustofa

STMIK BANDUNG BALI

OPTIMISTIS: (Duduk dari kiri): Ibnu Atho'illah, ST, MT, Ricak Agus Setiawan, ST, M.SI, Ni Nyoman Emang Smrti, S.Kom, MT, I Gede Sukenada Andisana, S.Kom, MT. (KADEK SURYA KENCANA/RADAR BALI)

Share this      

GIANYAR, Radar Bali- Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bandung Bali melanjutkan komitmen mencetak lulusan andal siap kerja di Provinsi Bali. Institusi yang mengusung visi menjadi perguruan tinggi komputer yang berkualitas dalam bidang teknologi informasi pada tahun 2025 itu kemarin mewisuda 20 orang mahasiswa. 15 orang sarjana Program Studi Sistem Informasi dan 5 sarjana Program Studi Teknik Informatika. Seluruhnya dikukuhkan dan menyandang status sarjana melalui Sidang Terbuka Senat STMIK Bandung Bali dalam rangka wisuda sarjana ke-9 di Gedung Emerald Informatika, Gianyar, Sabtu (27/2) siang.

Hadir dalam upacara wisuda dengan protokol kesehatan ketat itu Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLKDIKTI) Wilayah VIII Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Bali yang diwakili Dr. I Made Suarta, pengurus Yayasan STMIK Bandung Bali, Dedek Arimbawa, para dosen, dan keluarga lulusan. Ketua STMIK Bandung Bali Ricak Agus Setiawan, ST.,MSi mengatakan di antara 20 orang sarjana yang diwisuda, terdapat 1 orang dengan predikat pujian dan 19 mahasiswa lainnya lulus dengan predikat sangat memuaskan. 

Baca juga: Dikira Gempa Bumi, Sekeluarga Nyaris Celaka Usai Senderan Rumah Ambrol

Lulusan terbaik STMIK Bandung Bali pada wisuda sarjana ke-9 diraih oleh Ni Kadek Dwi Wijayanti dengan indeks prestasi kumulatif 3,78 dari Program Studi Sistem Informasi. Lulusan terbaik kedua hadir dari Program Studi Teknik Informatika dengan indeks prestasi kumulatif 3,49, yakni I Gede Ardiawan. Kedua lulusan terbaik ini menerima piagam penghargaan dari Ketua STMIK Bandung Bali dan diserahkan oleh Sekretaris LLKDIKTI Wilayah VIII Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana.

“Pada hari yang berbahagia ini, kami menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menamatkan studinya di kampus STMIK Bandung Bali. Penghargaan dan ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada para orang tua atau wali para wisudawan dan wisudawati yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk membina dan menemani putra-putrinya belajar di kampus kami,” ucap Ketua STMIK Bandung Bali Ricak Agus Setiawan.

Ditambahkannya, setelah dilantik pada wisuda ke-9, para wisudawan dan wisudawati resmi menjadi alumni STMIK Bandung Bali. “Yang artinya hari ini (kemarin, red) menjadi starting point untuk memulai dan melanjutkan perjalanan karier Saudara. Tetaplah untuk terus belajar, memperdalam ilmu, meningkatkan pengalaman, dan meluaskan jaringan,” pesan Ricak Agus Setiawan sembari menegaskan bahwa tantangan yang menunggu selepas wisuda tidaklah mudah. “Sebagai lulusan perguruan tinggi Anda dituntut untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di masyarakat. Di pundak Anda pun ada beban yang diemban untuk membawa negeri tercinta ini menjadi lebih adil dan Makmur,” sambungnya.  

Lebih lanjut, didampingi Kepala Program Studi Sistem Informasi STMIK Bandung Bali, Ibnu Atho’illah, ST, MT., Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STMIK Bandung Bali, Ni Nyoman Emag Smrti, S.Kom., M.T, dan Kepala Program Studi Teknik Informatika STMIK Bandung Bali, I Gede Sukedana Andisana, S.Kom, M.T., Ricak Agus Setiawan menekankan pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Momentum tersebut ungkapnya memberi celah teknologi informasi berkembang lebih pesat. 

“Banyak kegiatan dalam hidup kita hampir satu tahun terakhir dilakukan melalui mediasi teknologi. Mulai dari komunikasi hingga proses belajar mengajar. Hal ini bisa menjadi kesempatan sekaligus ancaman bagi para lulusan akademisi bidang teknologi informasi. Mengapa demikian? Ini merupakan kesempatan yang baik karena akan banyak instansi yang membutuhkan tenaga profesional di bidang teknologi informasi. Namun, di sisi lain, semakin banyak masyarakat yang juga terbiasa menggunakan perangkat teknologi dalam kehidupannya sehingga bermunculan orang yang berkompeten dalam bidang teknologi melalui jalur otodidak,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Ricak Agus Setiawan mengajak lulusan STMIK Bandung Bali untuk tidak cepat puas dan berhenti belajar hanya karena sudah meraih selembar ijazah. Sebaliknya, ia berpesan agar lulusan STMIK Bandung Bali terus berjuang karena tidak ada istilah selesai untuk sebuah perjuangan. “Tetap semangat, penuh keyakinan, dan percaya diri. Kuasailah pengetahuan dan teknologi karena keduanya akan terus berkembang,” tegasnya sembari meminta para lulusan untuk berbakti kepada orang tua Anda serta selalu berbuat hal-hal yang dapat membanggakan mereka. 

(rb/ken/mus/JPR)

 TOP