alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Di Balik Pembunuhan Cewek Subang di Panjer

SADIS! Ternyata Leher Janda Cantik itu Digorok dalam Posisi Berdiri

Sebelum Kabur, TSK Masih Sempat Cek Laci Rias

27 Februari 2021, 23: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pembunuhan, dwi farica lestari, cewek subang,  tewas telanjang, TikToker Cantik tewas,  Polresta Denpasar, cewek Michat, berkencan, wik wik, gorok leh

Tersangka Wahyu Dwi Setyawan (tengah celana pendek dengan tangan terborgol) usai menjalani reka ulang di halaman belakang Mako Polresta Denpasar, Sabtu pagi (27/2) (Andre Sulla)

Share this      

DENPASAR-Pembunuhan yang dilakukan tersangka Wahyu Dwi Setyawan, 24, terhadap korban Dwi Farica Lestari, 23, di kamar No.1 Thalia Homestay, Jalan Tukad Batanghari XA No.12, Panjer, Denpasar Selatan, Sabtu (16/1) lalu benar-benar sadis.

Janda cantik anak satu asal Dusun Karang Anyar Rt/ Rw 018/003 Desa Kebon Danas,  Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ini dibahisi oleh pria yang sempat mem-booking-nya.

Tiktokers cantik ini dihabisi di kamarnya sesaat setelah berkencan dengan Tersangka Wahyu Dwi Setyawan.

Baca juga: Tunggui TSK Cuci Alat Vital, DHL Hanya Kenakan Handuk Sambil Berbaring

Seperti terungkap saat proses rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan di area belakang Mako Polresta Denpasar, Sabtu pagi (27/2).

Saat proses reka ulang, tepatnya pada adegan ke-20 hingga 25, terungkap bagaimana sadisnya pria beristri asal Dusun Krajan Lor, RT 002 / RW 002 Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur ini menghabisi nyawa Korban Dwi Farica.

Saat korban teriak dan meronta minta tolong sambil menghentakkan kaki ke lantai, pemuda kelahiran 26 April 1997 itu langsung mengorok lehar wanita cantik asal Subang ini sebayak dua kali dengan pisau kerambit.

Bahkan, Tersangka Wahyu menggorok leher korban hingga lemas.

 
Setelah korban lemas akibat digorok, Setyawan melepas bekapan dan mendorong Korban Dwi Farica ke tempat tidur dan jasad korban kemuduab jatuh ke lantai samping tempat tidur dengan posisi menungging dan bugil.

Selanjutnya, usai memastikan korban tak bernyawa, pembunuh berdarah dingin ini langsung mengambil HP (Handphone) dan dompet korban yang ada di meja rias.

Tersangka kemudian memakai baju kaos oblong warna hitam dan celana jeans pendeknya yang sebelumnya ditaruh diatas kasur atau tempat tidur korban.

Bahkan teganya lagi, sebelum kabur, tersangka juga masih sempat mengecek laci meja rias korban.

Namun saat menggeledah laci rias korban, tersangka tidakmtemukan apa-apa.

Melihat di laci rias korban tak ada barang berharga, tersangka kemudian bergegas keluar kamar melalui pintu balkon belakang sambil membuang pisau kerambit ke pot tanaman di balkon belakang homestay.

Selanjutnya, tersangka berjalan menyusuri balkon kamar belakang homestay dan turun ke lantai 1 melalui tembok rumah samping homestay menuju warung tempat ia memarkir sepeda motor.

Selanjutnya di adegan 26, setelah tersangka tiba di warung tempat ia memarkir sepeda motor, dalam kondisi buru-buru tersangka langsung meninggalkan lokasi.

Kemudian, menjelang akhir reka ulang, atau tepatnya pada adegan ke-27, saat tersangka kabur dari TKP menuju kosnya, korban sempat berhenti di kawasan Taman Pancing.

Saat berhenti itu, tersangka sempat mengeluarkan dompet yang dicuri dari korban dan  mengambil uang milik korban sebesar Rp 700.000 yang ada di dalam dompet.

Sedangkan usai mengambil isi dompet, dompet korban kemudian dibuang ke sungai.


Terakhir atau pada adegan ke-28, tersangka pulang ke kosnya di Jalan Pulau Bungin I, No. 17 Densel dengan mengendarai sepeda motor.

Setiba di kamar kos, tersangka yang mengaku tidak tenang kemudian langsung bergegas kabur ke rumah mertuanya di Jember, Jawa Timur (Jatim), dan akhirnya diamankan Jumat (12/2) sekitat pukul 20.00 WITA. 

"Kita gelar rekontruksi ini untuk cocokan keterangannya dalam berkas acara pemeriksaan. Hasil rekonstruksi, apa yang diperagakan sesuai dengan keterangan. Tidak kurang dan tidak lebih.

Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sudah P-21," tukas Kasat Reskrim Kompol Dewa Putu Gede Anom Danujaya di sela rekonstruksi.

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP