alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Setelah Nakes, Wartawan Masuk Daftar Penerima Vaksin Tahap II

28 Februari 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : ali mustofa

suntik vaksin, vaksin covid-19, tenaga kerja, wartawan, penerima vaksin, dinkes tabanan

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika (Juliadi/Radar Bali)

Share this      

TABANAN – Dinas Kesehatan Tabanan memastikan para pekerja awak media masuk menjadi penerima vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Karena wartawan masuk pemberi layanan publik. Selain itu penerima vaksinasi Covid-19 tahap kedua yakni para guru, TNI, Polri, DPRD, tokoh agama, BUMN, pejabat daerah, ASN, pekerja pariwisata, organda  dan ojek oline.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika mengatakan, pihaknya melakukan pendataan menyusul keluarnya surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dengan nomor surat: SR.02.06/C.II/384/2021.

Baca juga: Puluhan Atlet Buleleng Perkuat Tim PON Bali, Ini Kata KONI

Surat Kemenkes tersebut berisi perihal pendataan target sasaran pelayanan publik untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Maka saat ini kami masih mengumpulkan data dan validasi data. Karena target vaksinasi tahap dua ada 17,4 juta orang yang divaksin,” ucap dr. Suratmika.

Kadiskes dr. I Nyoman Suratmika menyebut, para pekerja awak media menjadi sasaran vaksinasi tahap dua lantaran

mereka termasuk pelayan publik dan juga secara tidak langsung membantu pemerintah dalam pemberitaan penanganan Covid-19.

Tugas wartawan juga beresiko tinggi tertular Covid-19. Karena mereka bekerja di lapangan dan mobilitas cukup tinggi.

“Pendataan terhadap para wartawan masih kami lakukan melalui organisasi wartawan di daerah dan organisasi profesi wartawan. Sehingga memperoleh data valid,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Tabanan (Pewarta) Dony Darmawan mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi langkah pemerintah memasukkan pekerja media sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap kedua.

Saat ini ada sekitar 20 media yang tergabung dalam Pewarta Tabanan dan data dari para wartawan daerah tersebut akan pihaknya serahkan kepada Dinas Kesehatan Tabanan.

Awak media memang mempunyai resiko tinggi tertular lantaran saat meliput ikut turun ke lapangan dan bertemu dengan banyak orang.

“Kami berharap para wartawan mengikuti proses vaksinasi tersebut. Sehingga ketika bekerja, tidak ada lagi rasa kekhawatiran,” pungkasnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP