alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pemalsu 254 Ribu Botol Mikol Merek Terkenal di Bali Terancam 8 Tahun

Beroperasi sejak 2017, Raup Untung Rp 26,6 M

02 Maret 2021, 20: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Mikol palsu, pemalsu mikol, mikol merek terkenal, pabrik mikol palsu, Bali, bea cukai, PN Denpasar,

Terdakwa I Gede Artha Wijaya saat menjalani sidang, Selasa (2/3) (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR- I Gede Artha Wijaya alias Dede alias Okaya, 32, pemilik pabrik oplosan sekaligus pemalsu minuman beralkohol merek terkenal di Bali akhirnya jadi pesakitan.

Pria kelahiran 25 April 1988, ini akhirnya diseret ke meja hijau dan didudukkan sebagai terdakwa karena memalsukan mikol bermerek seperti Red Label, Black Label, Jack Daniels, Absolut Vodka, Bacardi, Jose Cuervo, Chivas Regal, Gordon London Dry Gin, dan Smirnnof Vodka.

Seperti terungkap saat sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (2/3).

Baca juga: Situasi Darurat, Polda Bali Bentuk Tim Pemburu Pelanggar Prokes

Yang mengejutkan lagi, saat sidang dengan Ketua Majelis Hakim Putu Gde Novyartha, perbuatan Terdakwa Gede Artha Wijaya memproduksi minuman palsu itu dilakoni sejak April 2017 sampai Oktober 2020.

Untuk satu botol mikol palsu produksi terdakwa dijual antara Rp 135 ribu hingga Rp150 ribu.

Bahkan di pasaran, harga mikol palsu milik terdakwa bisa dibandrol mulai Rp 400 ribu-Rp 500 ribu.

Terdakwa memproduksi minuman sebanyak 240.335 botol ukuran 0,75 liter dan 14.629 botol ukuran 0,7 liter.

Jika ditotal, minuman palsu yang diproduksi terdakwa sebanyak 254.964 botol dengan keuntungan Rp 26, 6 miliar.

Bahkan dari tampak luar, ratusan ribu botol mikol palsu kategori Barang Kena Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (BKC MMEA) itu diedarkan dengan lengkap stiker, pita cukai, dan kotak kemasan yang juga palsu.

Sehingga diduga atas perbuatannya, terdakwa merugikan pajak Negara hingga puluhan miliar rupiah.

Terkait mikol palsu produksi terdakwa, Ketua Majelis Hakim Putu Gde Novyartha sempat bertanya kepada terdakwa.

“Bagaimana rasanya minumannya?” tanya hakim Putu Gde Novyartha.

 “Rasanya biasa saja, seperti minuman (beralkohol) umumnya,” jawab salah seorang saksi yang pernah mencicipi mikol palsu buatan terdakwa.

Hakim lalu menanyakan rekasi yang terjadi setelah mikol palsu, saksi menjawab tidak ada reaksi apa-apa. “Biasa saja, Pak,” ucap saksi.

Singkat cerita atas perbuatan terdakwa, jaksa penuntut umum Agus Suraharta mendakwa Gede Artha Wijaya dengan Pasal 50, Pasal 55, dan Pasal 54 UU Nomor 39/2007 tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara selama delapan tahun

Seperti diketahui, terungkapnya kasus pemalsuan mikol merek terkenal itu bermula dari penangkapan terdakwa pada 2 Desember 2020 lalu.

Berawal dari terdakwa menawarkan mikol palsu pada saksi I wayan Gita Tulistya Putra sekitar November 2020.

Atas laporan masyarakat, terdakwa akhirnya ditangkap dengan barang bukti sebanyak 4 truk.

(rb/san/pra/JPR)

 TOP