alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Mayat Perempuan Muda Tertelungkup di Parit Gegerkan Warga Penebel

Korban Diketahui Asal Kubu Karangasem

05 Maret 2021, 19: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

geger mayat, temuan mayat perempuan, mayat perempuan muda, mayat di parit, mayat mengambang, Polsek Penebel, Polres Tabanan, wanita muda tewas,

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP (Istimewa)

Share this      

TABANAN-Warga Desa Buruan Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, Jumat (5/3) sekitar pukul 10.00 WITA dibuat geger dengan temuan sesosok mayat perempuan muda di saluran air atau parit.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, mayat perempuan muda itu pertama kali ditemukan oleh Saksi Ni Made Andry Tirtanadi, 27 warga Banjar Dinas Buruan Kaja, Desa Buruan, Penebel. 

Saat pertama kali ditemukan, mayat perempuan dengan mengenakan pakaian warna coklat dan celana biru itu ditemukan dalam kondisi tertelungkup dengan kepala terendam air di belakang Warung Dayuh Banjar Dinas Buruan Kaja, Desa Buruan, Penebel.

Baca juga: HOT! Kapolresta Sesalkan PN Denpasar Vonis Ringan WN Rusia Andrew Ayer

Atas temuan mayat, saksi langsung melaporkan kepada aparat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Penebel.  

Terkait temuan mayat perempuan di parit, Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia saat dikonformasi membenarkan.

Dijelaskan, dari hasil penyelidikan, keterangan saksi, dan olah TKP, terungkap bahwa jasad perempuan muda yang ditemukan di parit itu merupakan jasad Ni Putu Eka Juniari, 27, warga asal Desa Kubu, Karangasem, yang tinggal di Banjar Buruan Kaja, Desa Buruan, Penebel.

 “Jadi korban ditemukan warga (saksi) dalam posisi telungkup di air menggunakan baju berwarna coklat hitam dan celana jeans warna biru. Dimana kondisi tubuh korban kaku dan membengkak,” ungkapnya.

Menurut Subagia, dari keterangan saksi Ni Made Andry Tirtanadi, kronologi hingga saksi menemukan korban dalam kondisi tewas, berawal saat saksi hendak mencuci piring disaluran air (parit) di belakang rumahnya.

Saat hendak mencuci piring, saksi melihat tubuh manusia dalam kondisi mengambang.

Kaget dengan yang dilihatnya, saksi kemudian langsung berlari dan memberitahukan suaminya I Ketut Puspajaya, 50.

“Selanjutnya kedua saksi mengikat tubuh korban agar tidak hanyut terbawa arus air. Dan dilaporkan ke polisi,” kata Iptu Subagia.

Selanjutnya atas temuan itu, dengan dibantu masyarakat, petugas akhirnya mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Penebel I.

(rb/jul/pra/JPR)

 TOP