alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Heboh Temuan Mayat Perempuan Muda di Penebel

Temukan Sejumlah Luka, Polisi Pastikan Ni Putu Eka Tewas karena Ayan

05 Maret 2021, 20: 16: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

geger mayat, temuan mayat perempuan, mayat perempuan muda, mayat di parit, mayat mengambang, Polsek Penebel, Polres Tabanan, wanita muda tewas, epilep

Polisi saat meminta keterangan sejumlah saksi di TKP (Istimewa)

Share this      

TABANAN- Warga Desa Buruan Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, Jumat (5/3) sekitar pukul 10.00 WITA dibuat geger dengan temuan sesosok mayat perempuan muda di saluran air (parit).

Mayat yang belakangan diketahui bernama Ni Putu Eka Juniari, 27, warga asal Desa Kubu, Karangasem, namun tinggal di Banjar Buruan Kaja, Desa Buruan, Penebel itu pertama kali ditemukan oleh Saksi Ni Made Andry Tirtanadi saat hendak cuci piring di belakang rumah.

Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Penebel I untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Wabup Suiasa Tekankan Koperasi Harus Sehat Manajemen, Orang dan Uang

Seperti disampaikan Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia.

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban, petugas medis Puskesmas Penebel I menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Luka yang ditemukan di tubuh korban itu, yakni luka lecet pada dahi dan memar pada dada korban. Dugaan sementara, luka tersebut akibat benturan dengan batu yang ada saluran air.

Dari keterangan keluarga korban yakni ayah kandung korban I Ketut Suparta kepada polisi mengaku tak menyangka anaknya akan ditemukan meninggal dunia di saluran air.

Pasalnya sebelum meninggal, sekitar pukul 09.00 wita, Ketut Suparta mengaku sempat melihat seseorang duduk dipinggir saluran air (parit). Namun saat itu ayah korban tidak mengira bahwa yang duduk di parit bukan anaknya (korban).

“Ayahnya tidak menduga kalau yang duduk di parit itu anaknya, karena ayah korban ini melihat anaknya sedang berada didalam kamar beristirahat,”jelas Subagia.

Namun sekitar pukul 10.30, Saksi Suparta mendapat kabar bahwa anaknya ditemukan meninggal dunia.   

Keterangan lainnya, ayah kandung korban juga menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat penyakit ayan atau epilepsi sejak berusia 2 tahun.

Bahkan penyakit epilepsy yang diderita korban itu diakui kerap kali kambuh.

“Dari berbagai keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan medis dan keterangan keluarga korban. Diduga korban meninggal dunia setelah penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh,” tandasnya.  

Atas kejadian ini keluarga korban menerima sebagai musibah. Kini jenazah dari korban sudah dibawa pulang oleh keluarga korban ke rumah duka untuk dilakukan persembahyangan. 

(rb/jul/pra/JPR)

 TOP