alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarbali
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Local Pride! Cakti Tembus Pelatnas Proyeksi SEA Games Hanoi

30 Maret 2021, 04: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

local pride, cakti dwi putra, tembus pelatnas, sea games hanoi

Petinju Bali Cakti Dwi Putra (kiri) dan Kornelis Kwangu Langu saat Seleknas di Jakarta. Keduanya berhasil lolos ke Pelatnas SEA Games 2021, Hanoi (Istimewa)

Share this      

DENPASAR - Biasanya petinju yang mewakili Bali di skuad Tim Tinju SEA Games atau Asian Games, bukanlah petinju yang benar-benar lahir dan memiliki darah Pulau Dewata.

Tapi, untuk SEA Games 2021, Hanoi, catatan sejarah terjadi. Cakti Dwi Putra berhasil lolos menuju Pelatnas untuk pertama kalinya.

Dia tidak sendirian. Masih ada petinju asal Bali lainnya yang lolos yaitu Kornelis Kwangu Langu. Kornelis sendiri sudah menjadi langganan Timnas sejak lama.

Baca juga: Pasokan Beras di Badung Aman, Triwulan I Panen 15.614,40 Ton Padi

Kornelis dipastikan masuk ke Pelatnas setelah berhasil menembus babak final Seleksi Nasional (Seleknas) yang digelar di Mabes Angkatan Udara, Jakarta Timur, yang berakhir Minggu malam (28/3).

Sedangkan Cakti menuju Pelatnas setelah berhasil melenggang ke semifinal. Hasilnya adalah Kornelis meraih emas dan Cakti menyabet perunggu.

Menurut Pelatih Tim PON Bali Julianus Leo Bunga yang dihubungi Senin kemarin (29/3), Kornelis di final meraih emas setelah menumbangkan petinju NTT yakni Mario Blasius Kali di final kelas Layang (49 kg).

Sedangkan Cakti Bali kalah kontroversial di final dari petinju Lampung yakni Rusdianto Suku di kelas menengah (75 kg).

“Kalau Kornelis meraih emas di final karena memang sampai saat ini di kelasnya Kornelis tetap yang terbaik.

Sedangkan untuk Cakti Dwi Putra ini yang kontroversial kekalahannya di final lantaran banyak nilai yang tak ditulis oleh wasit atau juri.

Padahal Cakti menghajar lawannya sampai lawannya grogi. Tapi nyatanya nilainya sedikit,” katanya. Kebetulan di Jakarta, Leo Bunga mendampingi Kornelia dan Cakti.

Sementara itu, petinju senior Bali lainnya, Julio Bria gagal lolos. Dia turun di kelas bantam 75 kg. “Pastinya Kornelis dan Cakti kini hanya tinggal menunggu kapan untuk bergabung dengan pelatnas,” beber Leo Bunga.

Apakah seperti Cakti yang meraih perak hanya menjadi petinju cadangan di pelatnas sementara emas petinju inti ?

Julianus menegaskan tidak ada istilah itu karena keduanya masih dilihat perkembangan kualitasnya selama ikut Pelatnas. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP