alexametrics
Jumat, 07 May 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Puluhan Balita Warga Kurang Mampu di Klungkung Alami Gizi Buruk

03 April 2021, 01: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

puluhan balita, warga kurang mampu, warga klungkung, gizi buruk, ppk klungkung

Kegiatan Kunjungan Sosial berkaitan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-49 Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bertempat di Wantilan Pura Dalem Ped, Kecamatan Nusa Penida (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - Kabupaten Klungkung hingga saat ini belum bebas dari gizi buruk dan sunting.

Dalam kegiatan Kunjungan Sosial berkaitan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-49 Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bertempat

di Wantilan Pura Dalem Ped, Kecamatan Nusa Penida, terungkap ada puluhan balita di Kabupaten Klungkung mengalami gizi buruk dan sunting.

Baca juga: Borong Narkoba Seharga Rp 29 Juta, WN Inggris Hanya Dibui 10 Tahun

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta dalam kesempatan yang dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster itu mengungkapkan, balita gizi buruk di Kabupaten Klungkung sampai dengan Februari 2021 berjumlah 11 balita.

Sementara balita gizi kurang sampai dengan Februari 2021 berjumlah 21 balita, dan balita stunting dengan kriteria pendek dan sangat pendek berjumlah 34 balita.

“Puluhan balita itu berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkapnya.

Menurutnya, puluhan balita itu telah mendapatkan penanganan berupa PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari Pemerintah Pusat dan Daerah.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali atas bantuannya kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Klungkung.

Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Putri Koster menambahkan dalam kegiatan Kunjungan Sosial di Nusa Penida kali ini pihaknya memberikan bantuan kepada sejumlah masyarakat Nusa Penida.

Di antaranya berupa beras satu ton yang diperuntukkan kepada 40 orang yang terdiri dari lansia, balita, ibu hamil dan UP2K.

Khusus untuk balita diberikan bantuan 10 paket PMT, susu kaleng 10 paket. Sementara untuk ibu hamil diberikan 10 paket PMT.

“Saya berharap kepada calon ibu agar menjaga kesehatan dengan kurangi begadang, kurangi menggunakan smartphone.

Jangan sampai mengalami setres. Harus nikmati makanan yang bergizi yang dibutuhkan oleh tubuh serta tetap menerapkan prokes dengan baik,” katanya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP