alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sebelum Tewas di Room Guest House, WNA Jepang Sempat Bilang Begini...

06 April 2021, 10: 22: 01 WIB | editor : ali mustofa

kasus ulah pati, wna jepang, depresi berat, sakit menahun, diva guest house, polresta denpasar, titip pesan

Identitas WNA Jepang Jepang, Nobuaki Takahashi, yang ditemukan tewas di Diva Guest House, Panjer, Denpasar Selatan (Istimewa)

Share this      

DENPASAR – Kematian warganegara asing (WNA) berkebangsaan Jepang, Nobuaki Takahashi, di Room D Diva Lestari Guest House di Jalan Tukad Batanghari XII No. 8 Panjer, Denpasar Selatan, menyisakan duka bagi teman-temannya.

Korban ditemukan tewas Senin kemarin (5/4) sekitar pukul 17.00 Wita. Jasad pria kelahiran 25 Agustus 1968, itu diduga gantung diri menggunakan selendang warna biru.

Pertama kali yang menemukan jasad korban adalah saksi Teguh Budi Santoso yang datang ke lokasi kejadian untuk mengecek keadaan korban, karena sebelumnya mengaku sakit.

Baca juga: Jam Operasional Pasar Tumpah Banyuasri Megaburan, Pedagang Protes

"Saat itu saksi sempat ngobrol dengan korban menanyakan tentang kondisi serta apa sudah makan atau belum. Saat itu korban mengatakan tidak bisa mikir dan tidak ingin makan.

Karena korban belum makan maka saksi lalu keluar untuk membeli makanan berupa roti susu serta buah," terang Kasubaghumas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Selasa (6/4).

Usai membeli makanan untuk korban, saksi lalu kembali ke lokasi kejadian untuk memberikan makanan yang telah dibelinya kepada korban.

Saat sampai di depan kamar, saksi memangil korban, namun korban tidak menyahut. "Saksi lalu membuka pintu dan saksi kaget melihat korban sudah 

dalam keadaan tergantung  depan kamar mandi, melihat kejadian tersebut saksi langsung keluar  melapor  kepada penjaga penginapan tersebut," imbuh Iptu Sukadi. 

Berdasar keterangan saksi, diketahui ternyata korban merupakan turis guide bahasa Jepang di Bali. Sejak tanggal 17 Maret 2021 korban mengeluh sakit kepala dan berjalan seperti orang sempoyongan.

Korban diketahui menginap di lokasi itu sejak tanggal 27 November 2019 lalu. "Korban gantung diri dengan mengunakan  selendang warna biru, yang diikat lalu dikaitkan

pada pintu kamar mandi yang terkunci. Korban nekat mengakhiri hidupnya diduga akibat depresi karena sakit kepala yang di deritanya selama ini tidak kunjung sembuh,” papar Iptu Sukadi.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP