alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Usai Tahan Pejabat Distan, Giliran Kejari Geber Dua Kasus Korupsi LPD

06 April 2021, 18: 46: 39 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Korupsi Pepadu, oknum pejabat Distan, Distan Jembrana, korupsi LPD, LPD Tuwed, LPD Tamansari, Kejari Jembrana, oknum pejabat ditahan,

Tersangka korupsi LPD Tuwed berisial DPA saat menjalani pemeriksaan di Kejari Jembrana beberapa waktu lalu (Dok Radar Bali)

Share this      

JEMBRANA- Tersangka kasus dugaan korupsi Program Pengembangan Pertanian Terpadu (Pepadu), I Ketut Wisada sudah ditahan oleh pwnyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara.

Penahanan oknum pejabat di Dinas Pertanian (Distan) Jembrana, ini setelah tersangka menjalani pelimpahan tahap II, dari dari penyidik Satreskrim Polres Jembrana kepada penyidik di Kejari Jembrana, Senin (5/4) petang.

Selanjutnyam dengan penahanan pria yang ketika itu menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan sapi, maka secara otomatis, upaya penangguhan penahan yang dilakukan tersangka melalui kuasa hukumnya kandas.

Baca juga: Pusat Jadikan Badung Pilot Project Pelaksanaan Smart City di Indonesia

Sementara itu, usai menahan tersangka pepadu, pihak penyidik Kejari Jembrana saat ini juga tengah menggeber penyelidikan dan penyidikan dua kasus dugaan korupsi lainnya di dua lembaga perkreditan desa (LPD) di Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Kedua kasus dugaan korupsi di dua LPD, itu yakni kasus dugaan korupsi di LPD Tuwed dan LPD Tamansari, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Seperti ditegaskan Kepala Kejari Jembrana Triono Rahyudi, Selasa (6/4).

Menurutnya, selain proses penuntutan kasus korupsi pepadu yang sudah berjalan, Kejari Jembrana tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan korupsi lembaga perkreditan desa (LPD).

Kajari merinci, dari dugaan penyalahgunaan dana di dua LPD, kasus dugaan korupsi LPD Tuwed menyebabkan kerugian negara hampir Rp 1 miliar. 

Dalam kasus ini, Kejari Jembrana menetapkan dua orang tersangka, yakni Ketua LPD Tuwed berinisial DPA dan Bendahara LPD Tuwed berinisial NNS.

Adapun peran keduanya, para tersangka diduga melakukan korupsi untuk kepentingan pribadi.

“Kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan mennyalahgunakan keuangan pada LPD Tuwed sebagaimana Pasal 2 juncto Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP,”tegasnya. 

Sedaangkan untuk kasus dugaan korupsi LPD Tamansari Desa Tukadaya, Kajari menyatakan jika penyidik saat ini tengah melakukan tahap penyelidikan. 

Dugaan kasus korupsi ini sebelumnya diselidiki seksi Intelijen Kejari Jembrana. Setelah diduga ada kerugian negara yang mengarah pada tindak pidana korupsi, kemudian dilimpahkan pada seksi tindak pidana khusus Kejari Jembrana.

“Kami genjot kasus ini sehingga bisa dilanjutkan pada proses selanjutnya,” tukasnya. 

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP