alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Di Balik Kasus Pembuangan Bayi di Buleleng

Jadi TSK, Pembuang Bayi Dikabarkan Nikah dengan Kekasihnya 4 Hari Lalu

06 April 2021, 22: 30: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kasus pembuangan bayi, pembuang bayi nikah, orok perempuan, Polres Buleleng, orok berlumuran darah, bayi dalam kardus, pembuang bayi tersangka, rekons

Tersangka Ni Made A saat menjalani rekonstruksi, Selasa (6/4) (Eka Prasetya)

Share this      

NI MADE A, wanita muda berparas cantik pelaku pembuang mayat bayi dalam kardus di sebuah rumah di Banjar Dinas Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan penyidik dari Satreskrim Polres Buleleng juga telah menggelar rekonstruksi atas kasus ini.

Kini, ditengah penetapan tersangka, ada kabar jika antara Tersangka Ni Made A dengan Gusti Kadek DO kekasihnya telah melangsungkan pernikahan. Benarkah?

Baca juga: Tak Berdaya Usai Suami Meninggal, Nekat Korupsi karena Punya 30 Pinjol

EKA PRASETYA, Singaraja

KASAK kusuk terkait kabar jika Tersangka Ni Made A, 24, telah menikah menyeruak saat digelarnya rekonstruksi atau reka ulang kasus pembuangan mayat bayi di lingkungan Banjar Dinas Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Wanita muda berparas cantik itu dikabarkan telah menikah dengan kekasihnya Gusti Kadek DO, 36.

Terkait kabar itu, Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi membenarkan. Menurut Iptu Sumarjaya, dari informasi yang diterima, antara Tersangka Ni Made A dengan kekasihnya memang telah melangsungkan upacara pernikahan, pada Jumat (2/4) pekan lalu.

Sedangkan jenazah bayi perempuan yang sebelumnya sempat dibuang tersangka, juga dikatakan telah diserahkan kepada keluarga I Gusti Kadek DO untuk diupacarai secara Hindu dan telah dimakamkan di Setra Adat Kloncing, pada Jumat pekan lalu.

Meski telah menikah, namun kata Iptu Sumarjaya, polisi menyatakan jika proses hukum akan tetap berjalan.

“Pernikahan yang dilakukan tidak menghapus perbuatan yang ada. Tapi sementara ini, Ni Made A hanya kami minta wajib lapor karena kooperatif dalam proses pemeriksaan. Nanti juga akan ada proses gelar perkara lebih lanjut,” tukas Sumarjaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok jenazah bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di sebuah rumah yang terletak di Banjar Dinas Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, sekitar pukul 16.00 Selasa (23/3) lalu.

Bayi itu ditemukan tergeletak di dalam kotak kardus dengan kondisi ari-ari masih menempel dan berlumuran darah.

Diperkirakan, saat dibuang ibunya, bayi itu sudah berusia 9 bulan kandungan dan terlahir melalui proses persalinan normal.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP