alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Pencarian Korban Jatuh ke Jurang di Ubud

Anggap Korban Tidur, Keluarga Akan Cari Komang Ayu Hingga Tiga Tahun

07 April 2021, 21: 26: 53 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

sekeluarga masuk jurang, ibu hilang, nenek meninggal, Polsek Ubud, Polres Gianyar, Basarnas, musibah di Ubud, lakalantas, pencarian korban hilang,

Suasana rumah korban Ardani yang sepi karena sejumlah anggota keluarga sedang melakukan pencarian di Tukad (sungai) Petanu (IB Indra Prasetya)

Share this      

UPAYA keluarga untuk mencari Ni Komang Ayu Ardani, 37, pengendara sepeda motor yang jatuh di jembatan Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, seperti tak kenal lelah.

Meski sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban, keluarga tetap optimistis dan terus melakukan pencarian korban hingga ketemu.

IB INDRA PRASETYA, Gianyar

Baca juga: Tak Terima Anaknya Dikeluarkan, Pria Ini Nekat Ancam Bakar Yayasan

SEGALA cara dan upaya (skala dan niskala) dilakukan keluarga untuk bisa menemukan keberadaan Komang Ayu Ardani.

Seperti diketahui, Ni Komang Ayu Ardani pada Kamis lalu (18/3) mengalami kecelakaan. Saat itu, ia mengendarai motor Honda Vario warna hitam.

Korban membonceng putranya, Putu Kevin Rumansa, 9, dan mertua Ni Ketut Rindit yang juga nenek Kevin.

Saat itu, Ardani hendak menjemput Rindit dan pulang dari bekerja. Saat perjalanan pulang, korban melewati Jalan Gunung Sari.

Tiba di jembatan Laplapan, dengan kondisi jalanan gelap dan licin usai diguyur hujan. Motor korban terperosok ke bawah jembatan.

Saat kejadian, Putu Kevin ditemukan selamat karena pegangan di akar pohon. Sedangkan, Rindit ditemukan meninggal dunia di bawah tebing sedalam 15 meter. Posisi Rindit ditemukan kurang lebih 100 meter dari lokasi kejadian.

Sedangkan Ardani hingga kini belum ditemukan meski sebelumnya tim gabungan dari SAR, BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait sempat melakukan proses pencarian.

Kini, dengan belum ditemukannya Korban Ardani, keluarga terus bertekad melakukan pencarian.

Bahkan meski hingga kini belum ada titik terang, pihak keluarga menyatakan akan terus mencari Komang Ayu sampai tiga tahun.

Selama tiga tahun ke depan, Komang Ayu akan dianggap tertidur oleh keluarganya.

Nggih, lanjut. Upaya pencarian tetap kami lakukan,” ujar ipar korban I Wayan Sumirat saat dikonfirmasi, Rabu (7/4).

Namun, Wayan Sumirat enggan berkomentar lebih jauh terkait hasil pencarian.

Yang jelas pihak keluarga meyakini korban akan ditemukan, cepat atau lambat.

Seperti diungkapkan ipar korban Ni Kadek Purniati saat ditemui di rumah duka di Banjar Teruna, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar.

Menurutnya, keluarga sempat meluasan (minta petunjuk niskala, red).

Berdasarkan petunjuk tersebut, korban Komang Ayu dianggap masih tertidur.

“Sempat meluasin, katanya ragane kari sirep (dia masih tidur, red). Maka itu keluarga yakin, cepat atau lambat akan menemukan tanda-tanda,” jelas Kadek Purniati. 

Kadek Purniati, mengaku, keluarga yang melakukan pencarian berangkat pagi dan pulang petang.

Itu dilakukan rutin hampir setiap hari. Pencarian dimulai sekitar pukul 08.00 hingga 19.00. “Setiap hari ada yang mencari, giliran,” terangnya.

Sementara itu, almarhum Ni Ketut Rindit, yang meninggal saat kecelakaan sudah diupacarai pada Senin (5/4) sekitar pukul 15.00.

“Ibu sudah mesuluban (dikubur, red) ring Setra Adat Siangan,” tukasnya.

(rb/dra/pra/JPR)

 TOP