alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Siasati Pekerja Mudik, Siapkan Desain Ukiran Bali di Pasar Gianyar

08 April 2021, 03: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

proyek pasar gianyar, pekerja mudik, desain ukiran, ukiran bali, mudik lebaran

Pemborong pembangunan pasar Gianyar sudah mulai garap finishing (Indra Prasetia/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR – Proyek pembangunan pasar Gianyar yang berada di pusat kota dikebut. Pembangunan sudah mencapai 47,5 persen, langsung masuk tahapan finishing.

Pemasangan bata ringan sudah dimulai. Pihak pemborong juga menyiasati pekerjanya mudik dengan menyiapkan desain ukiran Bali.

Project Manager Pasar Gianyar Eddy Slamet Haryono mengakui, menyiasati tahapan pengerjaan supaya cepat.

Baca juga: Sanggar Keratuan Manggis Bangkitkan Ikon Seni Puri Agung Gianyar

“Lama proses saat di bawah. Membuat struktur, galian. Sekarang ini basement sudah selesai. Sekarang mulai naik, bertingkat. Jadi, pengerjaan lebih cepat,” ujar Eddy Slamet Haryono.

Pengerjaan finishing sudah dimulai. “Lantai satu sudah pasang bata ringan. Jadi, tidak perlu menunggu struktur lagi. Kalau menunggu, justru akan habis waktu. Istilahnya kejar tayang,” kata Eddy lagi.

Bahkan, kata Eddy, di bagian atas, atap baja sudah mulai dipasang. “Pemasangan atap baja sudah bergerak. Mudah-mudahan 1-2 bulan ke depan, atap secara umum bergerak,” jelasnya.

Pihaknya juga menyiasati kemungkinan pekerja mudik Lebaran yang jatuh pada pertengahan April 2021 mendatang.

“Berkaitan Lebaran, tenaga pulang. Dan kendala puasa, tenaga berkurang pasti ada. Tapi, kami tunggu info pemerintah terkait larangan mudik,” jelasnya.

Apabila ada pekerja yang mudik, pihaknya menyiasati dengan pengerjaan ukiran oleh tenaga dari Bali.

“Kami masuk ke style Bali. Karena berkaitan dengan estetika, maka pakai orang Bali, karena taksu tukang Bali beda,” bebernya.

Menurutnya, ornamen Bali nantinya berada di sisi luar bangunan. “Di sisi luar sudah kerjakan ornamen. Ukiran Bali ada di pojok, ada pasangan batu Jogja. Di bawahnya ada karang gajah,” terangnya.

Ukiran Bali pada bangunan pasar baru itu mencapai 20 persen dari tampilan luar. “Dari depan, mirip kayak gedung DPRD. Cuma bahannya beda,” terangnya.

Selain dilengkapi bangunan Bali, akan ada ada tulisan nama pasar dengan aksara Bali. “Di sekitar gedung, ada penataan lahan, rumput, tanaman. Kami kerjakan itu dua bulan lagi,” ungkapnya.

Tidak itu saja, pihaknya membuat taman. “Nanti ada spot selfie, berupa taman,” terangnya. Yang terpenting, bangunan pasar akan berisi jalur disabilitas. “Ada dua jalur difabel,” bebernya.

Pihaknya juga memasang eskalator. “Alat eskalator sudah datang. Juga ada enam lift. Ada lift untuk barang dan orang,” pungkasnya.

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP