alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Bali United
icon featured
Bali United
Piala Menpora 2021

FIX! Bali United Kontra PSS Sleman di 8 Besar, Bandung Jadi Opsi Venue

08 April 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bali united, piala menpora, pss sleman, babak 8 besar, bandung opsi venue

Striker Bali United IIija Spasojevic memprotes keputusan wasit saat Bali United berjumpa Persita Tangerang akhir pekan lalu. (Alit Binawan/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Grup C Piala Menpora 2021 sudah rampung digelar. Artinya, penghuni delapan besar sudah ditentukan.

PSS Sleman dipastikan bertemu dengan Bali United sebagai runner up grup D di fase delapan besar yang rencananya mulai dihelat tanggal 9-12 April mendatang.

Kemarin, PSS Sleman berhasil menang tipis 1-0 kontra Persebaya Surabaya melalui sepakan penalti sang mantan "pangeran" Bali United, Irfan Bachdim.

Baca juga: Duh, Tabanan Stop Karantina Pasien OTG, Kontrak Tracer Jadi Korban

Malang, Jawa Timur akan menjadi kota penyelenggara fase delapan besar yang mempertemukan dua tim dari grup A dan B.

Sedangkan Sleman atau Bandung menjadi opsi kota penyelenggara untuk laga yang mempertemukan grup C dan D.

Bali United benar-benar harus waspada. Bukan berarti Super Elja tidak lebih baik dibanding Persebaya Surabaya.

Mereka memiliki beberapa pemain kunci seperti Irfan Bachdim, Ega Rizky, Fabiano Beltrame, Kim Jefri Kurniawan, hingga Irfan Jaya.

Dalam dua pertandingan terakhir di grup D menghadapi Persiraja Banda Aceh dan Persita Tangerang, Bali United sedikit keteteran.

Bahkan dalam tiga pertandingan, mereka selalu kebobolan di babak kedua. Khusus menghadapi Persiraja Banda Aceh dan Persita Tangerang, kedua tim sama-sama menurunkan pemain muda mereka.

PSS kali ini juga beberapa kali menurunkan pemain muda. Masalah kebugaran pemain menjadi sorotan di Piala Menpora 2021.

Hal ini tidak dipungkiri oleh bek tengah gaek Bali United, Leonard Tupamahu. Dia menilai, kebugaran dan kepercayaan diri dalam lapangan menjadi salah satu kendala usai satu tahun hiatus dalam pertandingan resmi.

Selain itu, sentuhan bola yang kerap lepas dari penguasaan pemain sering menjadi kendala yang membahayakan tim.

“Adaptasi yang menurut saya paling sulit dalam tiga pertandingan fase grup adalah match fitness. Jujur, saya sudah lama tidak bermain di lapangan besar dengan waktu normal (2x45 menit).

Lalu ada masalah dari sentuhan bola dan juga kepercayaan diri yang belum maksimal di lapangan,” tutur mantan bek tengah Persija Jakarta ini. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP