alexametrics
Sabtu, 10 Apr 2021
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Top! Budidaya Lele Masih Menjanjikan, Setahun Panen Empat Kali

08 April 2021, 14: 02: 53 WIB | editor : ali mustofa

Panen lele Kelompok Tani Ikan Sari Baruna belum lama ini.

Panen lele Kelompok Tani Ikan Sari Baruna belum lama ini. (IST)

Share this      

MANGUPURA – Di tengah pandemi covid-19 ini mesti dituntut kreatif untuk dapat bertahan. Sebab, hampir semua sektor dilumpuhkan oleh pandemi tersebut. Namun untuk budidaya lele tergolong masih bisa bertahan dan juga menjanjikan.

Seperti yang dialami Kelompok Tani Ikan Sari Baruna, Banjar Sedang Kelod, Sedang, Abiansemal, Badung masih tetap bisa panen raya dan juga menjual hasil produksi ikan lele tersebut.

Anggota Kelompok Tani Ikan Sari Baruna, I Gusti Ngurah Anom Wijaya mengatakan, untuk permintaan ikan lele masih tetap ada. Setahun ia mengembangkan budidaya ikan lele hingga sampai saat ini sudah empat kali panen raya.

Baca juga: Pembuat KTP, KK, dan Ijazah Palsu di Bali Terancam 10 Tahun Penjara

“Ya, dalam hitungan setahun ini sudah empat kali panen,” bebernya pria yang akrab dipanggil Gung Kuba saat ditemui di kolam lelenya, Rabu (7/4).

Ia menyatakan, budidaya lele ini juga tergolong menjanjikan untuk menopang perekonomian masyarakat. Terlebih di masa pandemi ini permintaan lele masih cukup banyak.

“Memang biaya pakan juga cukup tinggi tetapi hasilnya juga cukup menjanjikan. Begitu juga perawatannya juga susah-susah gampang. Karena untuk yang masih bibit saja rentang dan juga faktor cuaca, kalau bibit lewat sebulan perawatannya lebih mudah,” bebernya.

Lebih lanjut untuk pemasaran juga sudah bekerja sama dengan pihak swasta. Sebab, berapapun hasil panennya pasti diambil. Karena selama ini biasanya pembudidaya lele mentok di pemasaran.

“Jadi, kalau pemasaran kami sudah ada kerja sama. Berapa pun hasil panen pasti diambil,” bebernya.

Mengenai perhatian Pemkab Badung, ia mengakui  sebelumnya sempat melakukan peninjauan di kolam lelenya. Hanya saja tidak ada tindak lanjutnya. Padahal kelompok ini sudah berjalan secara mandiri. Tentu ia juga berharap ada perhatian dari pemerintah, sebab keberadaan kelompok ini juga untuk menunjang ketahanan pangan di Badung.

“Mestinya Pemerintah duduk bersama untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, bagaimana solusi terbaik yang bisa kita ambil dan kami siap untuk memfasilitasi. Sebab kami menggunakan sistem tripola dasar yakni  bibit, pakan dan pemasarannya, itu utama, ” pungkasnya.

 

(rb/dwi/yor/mus/JPR)

 TOP