alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dugaan Selingkuh Oknum Pejabat di Denpasar

Suami Ngaku Tak Lagi Punya Hasrat, Dokter Cantik Ini Diusir dari Rumah

08 April 2021, 21: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pejabat pemkot dipolisikan, oknum pejabat selingkuh, selingkuh dengan sekpri, Dinas Kominfostatistik Denpasar, Pemkot Denpasar, Polda Bali, diusir mer

KDP (kiri) didampingi kuasa hukumnya di Denpasar, Kamis (8/4) (Andre Sulla)

Share this      

KASUS dugaan perselingkuhan antara Made ASK dengan Putu ISAD alias “Ikko” tak hanya membuat hati KDP, 31, hancur.

Namun, akibat hadirnya orang ketiga, biduk rumah tangga yang telah dibangun selama 5 tahun juga harus kandas di tengah jalan.

ANDRE SULLA, Denpasar

Baca juga: Kontestan Piala Menpora Patuhi Prokes, Besar Peluang Liga 1 Bergulir

KABAR dugaan perselingkuhan antara Made ASK, 37, (kepala seksi Layanan Infrastruktur dan Teknologi Diskominfostatistik Kota Denpasar) dengan Putu ISAD alias “Ikko” (sekretaris pribadi (sekpri) kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfostatistik) Kota Denpasar benar-benar mengejutkan publik.

Apalagi, mencuatnya kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan antara oknum pejabat di Pemkot Denpasar dengan seorang staf sekpri berstatus honorer itu diungkap oleh KDP istri Made ASK, 31.

Mirisnya lagi, perselingkuhan antara oknum pejabat dengan tenaga honorer ini terungkap setelah pelapor (KDP) mendapat surat kaleng.

Bahkan diduga, dari hasil perselingkuhan itu, antara Made ASK dengan Ikko sampai punya anak.

Seperti diungkap KDP, Kamis (8/4). Ditemui di bilangan Denpasar, perempuan yang berprofesi sebagai dokter gigi, ini tak pernah menyangka jika rumah tangganya akan berakhir pahit dan menyakitkan.

Menikah sejak 29 Oktober 2015, tepatnya Juni 2020, hubungan antara dirinya dengan Made ASK kandas karena hadirnya wanita idaman lain (WIL).

Diceritakan, tanda-tanda keretakan rumah tangganya dengan Made ASK terjadi sekitar tanggal 7 Juli 2020.

Ketika itu, Made ASK secara terang-terangan mengatakan kepada dirinya jika suaminya (KDP) tak mencintainya lagi.

“Alasannya ketika itu dia tidak lagi memiliki hasrat,”ujar KDP.

Mendengar ucapan Made ASK, KDP merasa aneh saat itu. Pasalnya tanpa hujan tanpa angin, suaminya mendadak minta berpisah atau bercerai.

"Ya saya syok dan hanya bisa menangis ketika mendengar kata-kata itu. Kala itu, setiap hari saya memohon agar suami berpikir secara matang, baru mengambil keputusan," kata KDP dengan nada sedih bahkan bola matanya bekaca-kaca.

Walaupun demikian, sang suami tetap kukuh menolak untuk bersatu kembali.

Mirisnya lagi, ditengah keretakan rumah tangganya, mertua KDP bukannya membela dirinya. Sebaliknya, sang mertua justru seolah malah seperti mendukung perpisahan tersebut.

"Tapi saat itu, saya tetap berusaha berjuang mempertahankan hubungan,”tambahnya.

Sayang, meski berusaha mati-matian mempertahankan biduk rumah tangganya, KDP justru diusir.

“Saya disuruh pulang ke rumah orang tua saya. Saya dan suami sampai sekarang belum dikaruniai anak," bebernya.

Karena tak dianggap lagi oleh suami dan mertua, KDP dengan terpaksa akhirnya memilih pulang ke rumah orang tuanya untuk menangkan diri, sekaligus memberi waktu untuk suami agar bisa berfikir jernih menyelesaikan permasalahan ini.

Singkat cerita, setelah sempat pulang ke rumah orang tuanya, pada tanggal 22 Juli 2020, ia kembali ke rumah suami (rumah mereka) di kawasan Renon, Denpasar.

“Harapan kembali ke rumah ketika itu untuk bisa hidup selayaknya sebagai suami istri,”kata KDP.

Namun lagi-lagi, harapan KDP bertepuk sebelah tangan. Berharap rumah tangganya bisa kembali utuh, namun mendadak ia justru menerima kabar menyakitkan.

“Saat kembali ke rumah (Renon) suami justru mengatakan bahwa ia sudah mengurus gugatan perceraian. Hati saya sebagai perempuan benar-benar sangat sakit,”imbuh KDP dengan mata berkaca-kaca.


Lantaran ucapan suaminya (Made ASK), Iapun memutuskan untuk pulang kembali kerumah orang tua.

Lalu tanggal 31 Juli 2020, Mertua (ayah suami) mengirimkan pesan Whatsapp kepada ayah kandungnya (orang tua KDP), yang isinya mertua meminta agar ayahnya segera mengambil keputusan perceraian tidak berlarut-larut.

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP