alexametrics
Jumat, 07 May 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kepergok Selingkuh, Wanita Pelakor Ditelanjangi Lalu Videonya Disebar

Terjadi di Toilet Umum Setra Baja Awen Negara

09 April 2021, 19: 37: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Dugaan persekusi, terpergok selingkuh ditelanjangi, wanita ditelanjangi, ditelanjangi di toilet, Polres Jembrana, perselingkuhan, Jembrana, Bali,

Screenshot video saat wanita terduga pelakor sekaligus korban persekusi setelah kepergok selingkuh dengan suami orang (Istimewa)

Share this      

NEGARA-Sebuah video dugaan aksi penganiayaan dan persekusi terhadap seorang perempuan beredar luas melalui sosial media.

Dalam video berdurasi 3 menit 18 detik tersebut mempertontonkan seorang perempuan disuruh dan dipaksa melepas seluruh pakaian (bugil) di sebuah toilet umum, area setra Baja Awen, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, Jumat (9/4) munculnya dugaan persekusi diduga dilatarbelakangi atau dipicu motif perselingkuhan.

Baca juga: Polisi Sita Kondom Bekas saat Ungkap Prostitusi WNA Uzbekistan di Bali

Dari pembicaraan perempuan yang merekam, perempuan korban penganiayaan dan persekusi ini diduga sebagai pelakor (perebut laki orang) dan menjalin hubungan spesial (wanita idaman lain) dengan laki-laki yang diduga suami dari perekam.

Sambil menyuruh perempuan itu membuka semua pakaian, suara perempuan yang diduga merekam berbicara juga dengan laki-laki di sampingnya.

Perekam video dengan nada emosi menginterogasi dan meminta perempuan yang sudah tidak berpakaian (telanjang) menyerahkan baju dan handphone-nya.

Namun belum diketahui secara pasti waktu kejadian dan identitas perempuan yang direkam dan merekam tersebut.

Kepala Lingkungan Awen Lelateng I Putu Ardana mengakui adanya video yang beredar tersebut berada di Setra Baja Awen yang berada di wilayah Desa Pengambengan.

Setra tersebut digunakan oleh krama (warga) dari Desa Adat Awen Lelateng dan Awen Mertasari. Berdasarkan informasi yang diterimanya, video tersebut sudah beredar sejak tujuh hari lalu. Namun demikian, pihaknya baru mengetahui empat hari lalu.

Menurutnya, dari hasil penelusuran diketahui warga yang ditelanjangi berasal dari Desa Pengambengan.

Sedangkan yang menyuruh dan merekam berasal dari Desa Cupel.

Motifnya diduga perselingkuhan. Karena lokasinya berada di setra, pihaknya selaku perangkat kewilayahan juga langsung berkoordinasi dengan pihak Desa Adat Awen Mertasari dan pihak yang ada dalam dan perekam video untuk melakukan upacara di setra.

“Karena disana termasuk tempat sakral akan dilakukan upacara,” terangnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yogie Paramagita saat dikonfirmasi mengakui telah menerima laporan dari warga mengenai dugaan penganiayaan korban terkait video yang  beredar.

Pihaknya sudah memanggil saksi-saksi mengenai kejadian tersebut untuk diminta keterangan.

“Sudah dilaporkan dan kami masih melakukan penyelidikan. Kalau laporan pelapor terkait penganiayaan yang dialaminya saat itu. Tapi nanti kita akan lihat perkembangannya dari hasil penyelidikan yang sekarang masih berjalan,” tukasnya. 

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP