alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polda Bali Tangkap Empat ABK Pelaku Pencurian BBM Senilai Rp 412 Juta

Langsung Amankan Dua Penadah dan Barang Bukti

20 April 2021, 18: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pencurian BBM, BBM ilegal, pencurian solar, empat ABK ditangkap, KMP Seria Do Mar, Ditpolair Polda Bali,

Keenam tersangka pelaku pencurian dan penadah BBM ilegal di kantor Ditpolairud Polda Bali, Selasa 920/4) (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR-Direktorat Polairud Polda Bali membekuk empat anak buah kapal (ABK) KMP Seria Do Mar pelaku pencurian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Keempat ABK itu, yakni masing-masing Angga Prasetya alias Bass, 27, (kepala kamar mesin (KKM)); Riky Turcahyono, 33, (Masinis); serta Lalu Muhamad Ridwan, 30 dan Siswanto, 37, (keduanya menjabat sebagai Oilma).

Bahkan selain keempat tersangka, polisi juga mengamankan dua orang yang diduga sebagai penadah barang curian.

Baca juga: RRI Denpasar Jaring Qori’-Qori’ah, Proyeksi Wakil Bali ke Nasional

Kedua terduga penadah itu, yakni masing-masing Hendra Hariyadi, 35; dan Imam Masdoeki, 50.

Direktur Polairud Polda Bali Kombespol Tony Ariadi didampingi Kaur Penum Subbid Penmas Polda Bali AKP Herson Djuanda, Selasa (20/4) menjelaskan, penangkapan keempat tersangka ini berawal dari adanya laporan Nur Tyahyo Widodo, SE, 56, selaku perwakilan PT Surya Timur Line.

Sesuai laporan, pria yang menjabat sebagai kepala Cabang PT Surya Timur Line mencurigai adanya dugaan pencurian BBM jenis solar.

Atas laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan penyanggongan. Hasil penyelidikan, polisi mencurigai adanya praktik penjualan BBM jenis solar ilegal di wilayah Perancak dan Pengambengan, Kabupaten Jembrana.

Selanjutnya atas temuan itu, pada Senin malam (5/4) sekitar pukul 23.00 WITA, polisi kemudian membekuk keempat tersangka.

Keempatnya ditangkap atas dugaan melakukan tindak pencurian dan penggelapan dalam jabatan.

 "Ya, kami langsung meringkus keempat tersangka saat kapal KMP Sereia Do Mar berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana," terangnya.

Selanjutnya, usai diamankan, keempat tersangka kemudian dibawa untuk dilakukan interogasi.

Hasil interogasi sementara, terungkap jika modus para tersangka dalam kasus pencurian BBM ini dilakukan setiap kali kapal berlayar dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk.

“Mereka (para tersangka) mengambil solar dari kamar mesin kapal itu kemudian mereka kumpulkan di drum yang sudah mereka siapkan disimpan di atas Palka tempat parkir mobil selama beberapa Minggu,”jelas Kombespol Tony Ariadi.

Kemudian setelah BBM terkumpul banyak, para tersangka ini menjual BBM curian ke kedua penadah Hendra Hariyadi, 35, dan Imam Masdoeki, 29.

“Hasil interogasi untuk semua transaksi penjualan BBM curian dan illegal ini dilakukan di atas kapal di Perairan Selat Bali, Imbuh Kombes Tony.


Atas pengakuan tersangka, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap kedua orang penadah ini di wilayah Perancak.

Selanjutnya, dari hasil interegasi terhadap dua penadah, keduanya mengaku jika solar hasil curian itu diangkut menggunakan sebuah mobil bernomor polisi DR 8621 BZ.

“Kedua tersangka (penadah) ini mengaku bahwa solar itu dibeli dari atas kapal KMP Sereia Do Mar dengan harga Rp 3.250 per liter dan rencananya akan dibawa ke Perancak. Sedangkan harga normalnya mencapai Rp 5.150 per liter. Dari jumlah solar yang dicuri dan digelapkan itu, pihak perusahaan mengalami kerugian mencapai Rp 412 juta,”jelasnya.

Lebih lanjut, selain mengamankan keenam tersangka, dari penangkapan itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit mobil DR 8621 BZ beserta STNK,

5 buah drum kosong, 4 buah drum yang berisi Solar dengan total 800 liter, satu buah jerigen, satu buah drum, satu buah handphone, satu buah pompa minyak manual beserta selang, uang tunai Rp 300 ribu, satu lembar SPB KMP Sereia Do Mar, dan satu lembar crulist KMP Sereia Do Mar.


"Para pelaku dikenakan Pasal 374 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan para penadah akan dikenakan Pasal 480 ke-1 dan ke-1 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," pungkasnya.

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP