alexametrics
Jumat, 07 May 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Dugaan Pelecehan dan Penistaan Agama

Periksa Tiga Saksi, Polisi Cari TKP dan Waktu Video "Bu Desak" Direkam

21 April 2021, 23: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

desak made darmawati, PHDI Gianyar, video viral, mualaf, bendesa adat, pasubayan, dugaan pelecehan agama, Polda Bali, pelecehan agama hindu,

Screenshot video saat Desak Made Darmawati melakukan tauziah di media social (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR-Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali memeriksa tiga orang saksi pelapor terkait laporan dugaan penistaan agama oleh Desak Made Darmawati.

Sayangnya, meski telah meminta keterangan saksi, daru perkembangan sementara, polisi sampai saat itu belum mengetahui pasti terkait lokasi maupun waktu kejadian saat terlapor melakukan dugaan penistaan agama.

"Hasil sementara berdasarkan keterangan pengadu maupun saksi-saksi, belum didapatkan keterangan terkait dengan    tempat dan waktu kejadian," terang Direskrimum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Rabu (21/4).

Baca juga: Antisipasi Mudik Lebih Awal, Polisi Siapkan Pos Sekat di Pejarakan

Dijelaskan Kombes Rahardjo, para saksi mengaku tidak mengetahui kapan dan dimana lokasi video itu diambil. Para saksi mengaku hanya mendapat rekaman video dari unggahan link di media sosial seperti Youtube dan Facebook.

"Jadi (saksi) baru menjelaskan seputar penyampaian atau substansi kata-kata yang diucapkan oleh teradu dikaitkan dengan dugaan penodaan agama," imbuhnya. 

Dikatakan Kombes Djuhandhani, laporan diterima Ditreskrimum Polda Bali pada Selasa (20/4) dengan Dumas No. 191, 193, 195/IV/2021, Tgl. 19 April 2021. 

Sementara itu, sebelumnya Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengatakan, dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Desak Made Darmawati akan ditindaklanjuti.

Pihaknya pun mengaku masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi setelah adanya laporan dari beberapa elemen masyarakat Bali terkait kejadian itu.

"Masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan Polda Bali melaksanakan penyelidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya," katanya saat diwawancara awak media saat meresmikan Kantor Polsek Denpasar Utara, Selasa (20/4).

Dikatakannya, bahwa proses kasus ini akan dilakukan secara profesional. 

Selain itu, atas kasus ini, pihak Polda Bali juga telah berkordinasi dengan Mabes Polri. Pasalnya locus delicty dari kasus ini bukan terjadi di Bali.

Dengan diprosesnya kasus ini, jenderal bintang dua di pundak ini menghimbau agar masyarakat tetap tenang mengambil sikap guna menjaga kondusifitas Bali.

"Karena jika ada gejolak, tentu efeknya mempengaruhi pariwisata yang sudah terpuruk di masa pandemi ini," tukasnya.

(rb/mar/pra/JPR)

 TOP