alexametrics
Jumat, 07 May 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Barakuda "Nongkrong" di Akasaka Bertahun-Tahun Jadi Sorotan Ombudsman

22 April 2021, 09: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kasus akasaka, narkoba akasaka, mobil barakuda, Ombudsman Bali, ORI Bali, Polda Bali,

Mobil Barakuda yang terus standby di depan Akasaka Music Club di Jalan Teuku Umar Denpasar menuai sorotan (Marcell Pampurs)

Share this      

DENPASAR-Sudah bertahun-tahun, mobil Rantis (kendaraan taktis) milik Brimob Polda Bali "nongkrong" di depan Akasaka Music Club', simpang enam, Denpasar.

Bahkan hingga tahun ini sudah terhitung lebih dari tiga tahun pasca salah satu tempat hiburan terhits di kota Denpasar itu terseret dalam kasus narkoba.

Namun, kasus yang berkaitan dengan tempat itu sudah lama incracht.

Baca juga: Ngaku Identitas Diri Hilang, Lie Lan Ing Dipulangkan ke Bandung

Lalu kenapa Rantis itu masih terparkir di sana?.

Hal ini menimbulkan tanya dari banyak pihak. Terkait hal itu, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, Ibnu Umar Alkathab angkat bicara.

Dikatakannya bahwa pihaknya sebagai lembaga pengawas penyelenggara publik sempat menanyakan hal itu kepada polisi. Terutama terkait penggunaan kendaraan taktis (Rantis) dalam peristiwa pidana. 

Hanya saja, pihaknya belum mendapat jawaban. Umar berharap agar kepolisian segera melakukan evaluasi.

"Sehingga keberadaan kendaraan (Rantis) tidak (terparkir) lama di situ. Apalagi peristiwanya sudah lama terjadi dan sudah incracht juga," katanya di Denpasar, Rabu (21/4). 

Menurut Umar, penempatan Rantis di Akasaka menimbulkan pertanyaan banyak pihak.

Apakah Akasaka yang merupakan hanya tempat hiburan bagian dari obyek vital sehingga harus ditempatkan petugas bersenjata lengkap untuk berjaga dan juga diparkirkan Rantis. 

Menurut dia, jika Akasaka adalah obyek vital, maka penempatan Rantis dan personel bersenjata lengkap di lokasi itu menjadi sesuatu yang wajar dan dapat dipahami.

"Namun kalau bukan, dan tidak ada urgensinya, evaluasi untuk ditarik," ujarnya. Lanjut dia, hajya polisi yang berkewenangan menarik keberadaan Rantis itu. 

Sebagai lembaga pengawas kebijakan publik, Ombudsman RI, Bali sudah sempat bertanya melalui Irwasda Polda Bali untuk mengetahui bagaimana SOP-nya.

Hanya saja belum ada jawaban yang pasti hingga kini. Wartawan media ini juga sempat beruapaya mengkonfirmasi terkait hal ini ke Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi pada tanggal 12 Maret 2021 lalu. 

Konfirmasi itu dilakukan melalui pesan WhatsApp, panggilan suara WhatsApp dan pangilan telpon.

Hanya saja perwira melati tiga di pundak asal Sulawesi itu tidak memberi jawaban hingga sekarang.

Kendaraan taktis jenis Barakuda itu mulai diparkir di depan Akasaka sejak Juni 2017 lalu.

Itu merupakan buntut dari kasus penangkapan 4 tersangka dengan kepemilikan 19 ribu butir narkoba jenis ekstasi. Willy yang saat ini menjabat salah satu posisi penting di Akasaka menjadi salah satu tersangka dalam kasus itu. 

Dia ditangkap di loby Akasaka pada tanggal 5 Juni 2017. Setelah berproses di pengadilan, Willy dijebloskan ke Lapas Kerobokan, Badung.

Namun karena di sana dia kedapatan masih bermain dudunia hitam itu, dia akhirnya dipindahkan ke Nusa Kambangan, Jawa Tengah pada bulan Maret 2019.

Kasus inipun berlalu. Perhatian publik tertuju kembali ke Akasaka. Tidak hajya Akasaka.

Beberapa tempat hiburan lain di Bali juga pernah ditempatkan personel Brimob dan Rantis.

Hanya saja itu tidak berlangsung lama. Sementara di Akasaka, berbeda. Rantis dan personel bersenjata lengkap berjaga telah lebih dari tiga tahun.

(rb/mar/pra/JPR)

 TOP