alexametrics
Jumat, 07 May 2021
radarbali
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Masuk ke Timnas 3x3 Putri, Ayu Sriartha Pasang Target Lolos Olimpiade

28 April 2021, 04: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

timnas basket putri, timnas 3 x 3 putri, ayu sriartha, target lolos olimpiade, olimpiade tokyo

Pebasket putri Bali Dewa Ayu Sriartha Kusuma Dewi saat sesi latihan dengan Timnas 3x3 Putri di GOR CLS Surabaya (Istimewa)

Share this      

DENPASAR – Srikandi-srikandi olahraga Bali kembali unjuk gigi. Kali ini adalah pebasket putri Bali Dewa Ayu Sriartha Kusuma Dewi.

Dia menjadi salah satu pebasket yang bergabung dalam pelatnas3x3 di Surabaya. Sudah kurang lebih sepekan Ayu Sriartha berada di Surabaya untuk melakukan pemusatan latihan.

Kebetulan pemusatan latihan dilakukan untuk persiapan kualifikasi Olimpiade 2021, Tokyo. Rencananya, kualifikasi akan dilakukan di pool A yang dihuni oleh negara-negara kuat seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Uruguay.

Baca juga: Terorisme dan Kekerasan Berbasis Agama

“Untuk pertandingannya di Austria tanggal 24-30 Mei nanti,” ucap Ayu Sriartha saat dihubungi kemarin (27/4).

Mengikuti pemusatan latihan di GOR CLS Surabaya, menurut pebasket asal Gianyar tersebut tidak ada kendalanya. Sebab selama di Bali, dia rutin berlatih dengan Tim Basket Putri PON Bali.

Selama di Bali, dia juga rutin berlatih individu untuk mengasah kekurangannya. “Ayu nambah latihan individu skill. Terus banyak belajar shooting juga.

Apalagi waktu latihan sama tim PON, dibantu juga dengan posisi handler Ayu sekarang. Jadi buat Ayu lebih PD lagi sekarang untuk bawa bolanya,” bebernya.

“Disini (pemusatan latihan), ada beberapa sesi latihan yang kami dapat seperti drill defense, positioning defense, shooting.

Disini kami sempat melakukan uji coba dengan tim yang isinya pemain putra,” tambah pebasket alumnus Universitas Esa Unggul Jakarta tersebut.

Ambisinya jelas ingin membawa tim 3x3 putri Indonesia lolos ke Olimpiade untuk pertama kali. Namun jalan berliku harus benar-benar dilalui Ayu dkk.

Terlebih dia tidak mengetahui bagaimana kekuatan dari empat negara lainnya di pool A. Ini karena rekaman video permainan empat negara tersebut yang beredar luas di YouTube, berbeda ketika kualifikasi nanti.

“Kalau pantauan kekuatan lawan, belum ya. Soalnya ini kan Olimpiade. Tentu mereka pilih pemain terbaiknya. Jadi kalau nonton di YouTube, pemain beda. Apalagi Amerika Serikat,” ungkap mantan pemain Merpati Bali tersebut. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP