alexametrics
Kamis, 24 Jun 2021
radarbali
Home > Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana

Dua Anggota DPRD Jembrana Terjangkit Covid-19 Padahal Sudah Divaksin

29 April 2021, 17: 37: 12 WIB | editor : ali mustofa

Anggota DPRD Jembrana, Ida Ayu Putu Mona Windayanti, I Ketut Sadwi Darmawan, terkonfirmasi, positif Covid-19, sudah divaksin,

Anggota DPRD Jembrana saat dilantik pada tahu 2019 lalu. (www.dprd.jembranakab.go.id)

Share this      

NEGARA - Dua orang anggota DPRD Jembrana, Ida Ayu Putu Mona Windayanti dan I Ketut Sadwi Darmawan terkonfirmasi positif Covid-19. Padahal anggota DPRD Jembrana sudah divaksin Covid-19. Vaksinasi dosis kedua anggota DPRD Jembrana dilakukan di RSU Negara pada 18 Maret 2021 lalu.

Menurut informasi yang didapat radarbali.id, awalnya dua anggota dewan ini bersama anggota lainnya menjalani rapid test antigen yang akan digunakan untuk perjalanan dinas keluar daerah. Karena dua anggota dewan tersebut positif, dilanjutkan dengan pengambilan swab dengan PCR.

Hasilnya, terkonfirmasi positif Covid-9. Namun untuk isolasi, Ida Ayu Putu Mona Windayanti menjalani isolasi di hotel Jimbarwana. Sedangkan I Ketut Sadwi Darmawan isolasi di RSU Negara.

Baca juga: 3 Jabatan di Tabanan Lowong, Nasibnya di Tangan Pak Mang dan Pak De

Sekadar diketahui, Mona adalah politikus PDIP asal Batuagung, Kecamatan Jembrana. Sedangkan Sadwi adalah politikus Partai Gerindra asal Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan. Sadwi juga saat ini menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Gerindra.

Karena positif Covid-19, dua anggota dewan tersebut menjalani isolasi dan batal mengikuti perjalanan dinas keluar daerah. Sedangkan anggota dewan yang negatif, tetap melanjutkan kunjungan kerja keluar daerah.

Sekretaris DPRD Jembrana I Made Sudantra saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua anggota dewan yang positif. Menurutnya, sebelum berangkat perjalanan dinas keluar daerah, tiga komisi DPRD Jembrana menjalani rapid test antigen sebagai screening awal untuk memastikan aman dan tidak tepapar Covid-19.

"Dari semua anggota dewan yang rapid test, hanya dua yang saya ketahui reaktif dari hasil rapid test antigen," jelasnya.

Karena itu, dua anggota dewan yang reaktif dari hasil rapid test antigen batal berangkat kunjungan kerja ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua anggota dewan yang reaktif menjalani pemeriksaan lebih lanjut, yakni test PCR dan isolasi.

"Kalau yang negatif dari rapid test antigen, tetap jalan," terangnya.

(rb/yor/bas/mus/JPR)

 TOP