alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Foto Prewedding di Bandara Ngurah Rai Dikenai Tarif Rp5 Juta

07 Juni 2021, 13: 22: 29 WIB | editor : Yoyo Raharyo

jasa fotoshoot, prewedding, Bandara Ngurah Rai, Bali, dikenai tarif, jutaan,

Pamflet digital promosi layanan fotoshoot dan prewedding Angkasa Pura I (IST)

Share this      

MANGUPURA – Di tengah pandemi covid-19 PT. Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung membuka layanan jasa untuk kegiatan fotoshoot dan prewedding di beberapa areal Bandara. Membuka layanan ini bertujuan untuk menggenjot pendapatan bandara. Bahkan juga telah dipromosikan di media sosial.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, menerangkan, layanan tersebut merupakan hal baru yang ditawarkan di bandara.

“Layanan fotoshoot dan prewedding itu memang layanan baru yang kami sediakan. Itu kita tawarkan (promosikan) sejak bulan Juni ini. Sejauh ini belum ada meminta, tapi sudah mulai mendapatkan respon dari masyarakat,” beber Taufan,  Minggu (6/6).

Baca juga: Tanpa Sosialisasi, Harga Tiket Kebun Raya Bedugul Naik 100 Persen

Kata dia, layanan tersebut lahir berkaca dari potensi minat masyarakat, akan sensasi berfoto/ video shot dengan latar belakang suasana bandara Ngurah Rai. Hal tersebut tentu menjadi hal yang beda, sehingga diharapkan layanan itu akan banyak yang memanfaatkan kedepannya.

Pendapatan dari layanan tersebut juga  masuk ke dalam kas Angkasa Pura I, sebagai pendapatan lain-lain. Adapun biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sensasi berfoto/video shot di bandara Ngurah Rai senilai Rp 5 juta untuk 4 jam.

Namun jika melebihi batas waktu tersebut, konsumen akan dikenakan biaya tambahan Rp1 juta selama 1 jam.

Layanan foto/video tersebut tidak bisa dilakukan di semua tempat secara bebas. Kalau ingin menikmati layanan tersebut, mereka diarahkan untuk bersurat ke pihak AP I terlebih dahulu, untuk nantinya dilakukan evaluasi terlebih dahulu.

Konsumen juga harus menyebutkan lokasi dari pengambilan gambar yang akan dilakukan, sehingga pihak manajemen akan mengkoordinasikan hal itu dengan instansi lainnya. Sehingga ketika kegiatan itu dilaksanakan, hal itu tidak akan mengganggu operasional, keselamatan, keamanan, regulasi dan dari sisi safety terpenuhi.

“Jadi permohonannya harus diajukan dari jauh hari, karena itu berkaitan dengan koordinasi di internal bandara. Kita tidak menawarkan titik lokasinya, melainkan dari konsumen yang meminta seperti apa. Setelah itu baru kita kaji lagi mana yang boleh dan tidak, ” bebernya.

Sementara pada layanan tersebut pihaknya hanya memfasilitasi tempat atas layanan tersebut. Seperti akses ke airside area, pas bandara untuk maksimum 8 orang dan penggunaan ruang ganti.

Sedangkan untuk pakaian, make up artis, fotografer/videografer itu murni dari konsumen. Layanan tersebut nantinya juga akan terus dievaluasi untuk melihat perkembangannya, kemungkinan layanan itu akan cukup lama diberlakukan.

“Jadi kami menyediakan tempat saja, untuk keperluan lain-lain seperti pakain, tata rias, fotografer maupun videografer, para konsumen yang menyediakan,” pungkasnya.

(rb/dwi/yor/JPR)

 TOP