alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radarbali
Home > Travelling
icon featured
Travelling

Cok Ace Minta Pembukaan Pariwisata Mancanegara Tak Ditunda Lagi

07 Juni 2021, 13: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Wagub Bali, PHRI Bali, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, Cok Ace, pembukaan pariwisata Bali, turis mancanegara, tak ditunda lagi,

Obyek wisata Pantai Kelingking, Nusa Penida yang menjadi salah satu tujuan wisatawan ke Bali. (DOK RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR - Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua BPD PHRI Provinsi Bali Prof. Tjokorda Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) berharap pembukaan pariwisata untuk turis mancanegara tak ditunda lagi. 

Terkait dengan situasi prihatin yang saat ini dihadapi oleh pelaku pariwisata, Guru Besar ISI Denpasar ini menyampaikan bahwa Pemprov Bali telah menempuh berbagai upaya untuk pemulihan sektor pariwisata. 

Sejatinya, imbuh Cok Ace,  pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara sudah sempat diwacanakan pada tahun 2020 lalu. Namun, setelah pembukaan Bali untuk wisdom pada bulan Juli, angka kasus positif Covid-19 mengalami trend peningkatan yang signifikan.

Baca juga: King Koil Gelar Mid Year Sale hingga 9 Juni 2021

Hal ini kemudian berimbas pada penundaan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara pada September 2020. Mewakili harapan para pelaku pariwisata, ia ingin rencana pembukaan Bali untuk wisatawan manca negara pada bulan Juli 2021 mendatang tak ditunda lagi.

"Apalagi  masifnya program vaksinasi telah berdampak signifikan pada penurunan angka Covid-19 di Daerah Bali. Selain itu, Bali juga dinobatkan sebagai provinsi paling taat pakai masker," ujarnya. 

Pada bagian lain, Panglingsir Puri Ubud ini juga mengungkap kerinduan publik mancanegara untuk segera bisa mengunjungi Pulau Dewata. Hal itu tercermin dari sejumlah hasil survei yang menempatkan Bali sebagai destinasi pertama yang akan mereka kunjungi jika pandemi Covid-19 telah berlalu.

“Dari hasil survei itu juga dilakukan kajian, apa yang mendorong warga dunia begitu rindu untuk plesiran ke Bali. Salah satu alasan yang mengemuka adalah mereka sudah jenuh diam di rumah,” ucapnya.

Cok Ace mangajak pelaku pariwisata menjadikan kajian itu sebagai dasar untuk persiapan pembukaan pariwisata Bali. “Mereka rata-rata jenuh karena telah lama berdiam di rumah. Nah, dari situ kita tahu apa yang mesti disiapkan untuk menyambut kedatangan mereka,” tambahnya. 

Wagub Cok Ace menyebut, wisata alam menjadi salah satu alternatif dan menurutnya  salah satunya Karangasem punya potensi yang sangat besar namun belum digarap sacara optimal.

“Ada potensi wisata diving di Tulamben yang belum digarap dengan baik,”imbuhnya saat menjadi pembicara pada  Diskusi Kelompok Terpumpun yang mengangkat tema 'Karangasem Zona Hijau Pariwisata Bangkit' di Taman Surgawi Resort and Spa, Karangasem,  Minggu (6/6)

Terpuruknya pariwisata dapat dilihat dari jumlah akomodasi pariwisata yang kosong baik hotel maupun villa. Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana (Gus Agung)  memberi gambaran, saat ini dari 500 hotel yang ada di Bali,  hanya 212 hotel yang masih beroperasi secara optimum. 

"Itu baru kategori hotel, kalau termasuk jenis akomodasi lain seperti villa, jumlahnya mencapai 2.000 dan yang beroperasi hanya 500," tambahnya.

Apa yang disampaikan Gus Agung memberi gambaran keterpurukan pariwisata Bali karena dampak pandemi Covid-19. Disebutkan olehnya, Pemprov Bali didukung pemerintah pusat saat ini tengah berupaya keras memulihkan sektor pariwisata Bali. Sejumlah rencana yang terus dimatangkan antara lain pembukaan Bali untuk wisatawan manca negara pada bulan Juli dengan alternative skema travel babble atau karantina. Selain itu, pemerintah juga melaksanakan program Work From Bali melibatkan sejumlah lembaga. Sedangkan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho memberi gambaran umum mengenai perekonomian Bali yang masih mengalami kontraksi. Menurutnya, pemulihan sektor perekonomian Bali membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

Bupati Karangasem I Gede Dana dalam paparannya menyampaikan bahwa pihaknya telah menempuh sejumlah langkah untuk menjadikan seluruh wilayah Karangasem menjadi zona hijau. "Salah satunya menggenjot program vaksinasi. Saya terus minta agar Karangasem diberi lebih banyak alokasi vaksin. Untuk mempercepat vaksinasi, kita gencarkan vaksinasi berbasis banjar, " cetusnya.

Hingga saat ini menurut Bupati Gede Dana, 154 ribu penduduk Karangasem sudah divaksin. Ia menyebut,  jumlah tersebut sudah mencapai 46 persen dari kelompok penduduk Karangasem yang wajib vaksin. Jika zona hijau Karangasem bisa dipercepat, ia optimis pariwisata di Bumi Lahar akan mulai menggeliat.

(rb/feb/yor/JPR)

 TOP