alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika

Wayan Sudirta Berikan Empat Jurus Sukses Terapkan Nilai Pancasila

Saat Pembekalan Bagi Penyuluh Agama Hindu

07 Juni 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Wayan Sudirta, nilai pancasila, penyuluh agama hindu, Dirjen Bimas Hindu, Wawasan kebangsaan, kompetensi penyuluh,

Anggota Fraksi PDIP DPR RI dari Dapil Bali, I Wayan Sudirta SH (Dok. Jawa Pos)

Share this      

DENPASAR-Anggota Fraksi PDIP DPR RI dari  Daerah pemilihan (Dapil) Bali, I Wayan Sudirta SH memberikan empat jurus sukses dalam penerapan nilai-nilai Pancasila.

Empat jurus sukses tersebut, yani memiliki sifat jujur, cerdas, berani dan memiliki jaringan yang baik.

“Empat hal itu akan memberikan jaminan kunci kesuksesan bagi kita untuk dapat survive dalam kondisi apapun”, papar Wayan.

Baca juga: Salah Prediksi, Ratusan Hektare Sawah Kering dan Terancam Gagal Panen

Hal tersebut disampaikan Wayan Sudirta saat memberikan materi kebangsaan terkait dengan Pancasila sebagai ideologi Negara dalam

Webinar Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Hindu Non PNS yang diselenggarakan oleh Subdit Penyuluhan Direktorat Urusan Agama Hindu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Senin (7/6).

Wawasan Kebangsaan, lanjut Wayan Sudirta, sangat penting ditanamkan kepada penyuluh agama Hindu, karena Pancasila sebagai satu kontrak sosial bangsa Indonesia mendapat banyak sekali tantangan dan hambatan pada masa sekarang ini.

“Penyuluh Agama Hindu penting memiliki wawasan kebangsaan karena berada di garda terdepan dalam rangka penyuluhan agama hindu kepada masyarakat,” jelas Wayan Sudirta.

Sedikitnya ada 3 (tiga) tantangan, lanjut Wayan, yang dihadapi oleh Pancasila sebagai dasar negara.

Pertama, Globalisasi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kedua, Rendahnya keteladanan dari para penyelenggara negara, komponen bangsa, dan warga negara Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

Ketiga, Bangsa Indonesia tengah menghadapi sejumlah tantangan serius baik yang bersumber dari situasi global maupun situasi nasional, antara lain menguatnya individualisme, liberalisme pasar, radikalisme fundamentalisme agama, kosmopolitanisme, ideologi transnasional, dan kesenjangan sosial.

“Tantangan terbesar saat ini menurut saya adalah kesenjangan social dan ideology transnasional,” kata Wayan Sudirta.

Berbicara tentang kebangsaan, lanjut Wayan Sudirta, bangsa Indonesia tidak akan pernah lepas dari Pancasila.

Kedudukan Pancasila bagi bangsa Indonesia adalah filosofi dasar, ideologi negara, dan dasar negara yang sudah “tidak bisa ditawar” lagi.

“Nilai-nilai dasar Pancasila itu bersumber atau digali dari budaya dan pengalaman bangsa Indonesia sejak zaman pra Hindu.

Meski bangsa Indonesia sangat majemuk, namun secara luar biasa, Bung Karno berhasil menggali, menemukan,

dan merumuskan lima nilai dasar yang terkandung dalam masyarakatnya yang kemudian menjadi ideologi bersama dan dasar negara Republik Indonesia yang namanya Pancasila”, paparnya.

(rb/pra/pra/JPR)

 TOP