alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Jatuh Miskin, Wanita Cantik Mantan Bos Spa di Kuta Bali Jadi Pengemis

Terungkap Usai Terjaring Razia Bersama Anak

07 Juni 2021, 22: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

jatuh miskin, pengemis cantik, mantan bos spa, Kuta Bali, mengemis bersama anak, Satpol PP Klungkung, bangkrut,

Komang Mira Wati bersama anaknya yang masih berusia lima tahun usai terjaring Satpol PP Klungkung karena menggepeng di Simpang Tihingadi. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

Share this      

SEMARAPURA-Diduga jatuh miskin setelah usaha tutup dan bangkrut terdampak pandemi Covid-19, seorang owner atau pemilik spa miliknya di kawasan Kuta, Badung, Bali, nekat jadi pengemis.

Dia adalah Komang Mira Wati. Perempuan 26 tahun ini nekat menjadi gelandangan dan pengemis (gepeng) karena usahanya tutup akibat sepi wisatawan.

Mirisnya lagi, terungkapnya gepeng mantan bos spa, ini setelah anggota Satpol PP Klungkung melakukan razia gepeng di Simpang Tihingadi, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Kecamatan Dawan, Senin (7/6).

Baca juga: GM Kebun Raya Bedugul Klaim Kenaikan Harga Tiket Sesuai Putusan Jokowi

Mira terjaring razia bersama lima gepeng lain. Saat ditemui di halaman kantor Satpol PP Klungkung, penampilan Mira tampak berbeda dari gepeng lainnya.

Selain rambut bercat pirang, pakaian Mira telihat lebih modis dibandingkan dengan gepeng lainnya.

Saat ditemui di kantor Satpol PP Klungkung, Mira mengaku, sebelum menjadi gepeng dan terjaring razia, ia pernah memiliki usaha Spa di wilayah Kuta, Badung sebelum pandemi.

Bahkan, tempat Spa yang dia miliki pun cukup besar, yakni terdiri dari 6 ruang Spa dan dua ruang krimbat.

“Usaha saya itu sudah lama. Sudah bertahun-tahun. Saya punya terapis sebanyak 20 orang,” katanya dengan santai.

Pendapatannya waktu itu cukup lumayan. Sebab ia bisa mendapatkan 5-7 pelanggan per harinya.

Hanya saja sejak adanya pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan sangat sepi sehingga berpengaruh pada pendapatan tempat usahanya.

Lantaran tak mau terus merugi, ia terpaksa menutup tepat usahanya dan kembali ke kampung halamannya di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem.

“Spa saya ada satu setengah tahun sudah tutup. Kontrak tempat Spa juga sudah saya putus,” bebernya.

Sementara itu, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, Putu Suarta mengungkapkan dari enam gepeng yang terjaring razia, empat di antaranya adalah anak-anak.

Menurutnya sebagian besar gepeng yang terjaring razia merupakan wajah lama yang terus membandel meski berkali-kali telah dipulangkan ke kampung halamannya.

“Hari ini kami serahkan kembali ke Dinas Sosial untuk dikembalikan ke kampung halamannya,” ujarnya.

Para gepeng nekat kembali ke jalanan meski berkali-kali terjaring razia, karena menurutnya tidak terlepas dari hasil mengemis yang cukup menggiurkan.

(rb/ayu/pra/JPR)

 TOP