alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Soal Rebutan Air Dua Subak, Kepala BWS Bingung

Bupati Tabanan Disebut Tak Mau Normalisasi

08 Juni 2021, 16: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Kepala BWS Bali-Penida, Maryadi Utama, mengaku bingung,  rebutan air, subak Balangan, subak palian,

Pertemuan DPRD Bali membahas masalah air Subak Balangan dan Palian. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR - Kepala BWS Bali Penida, Maryadi Utama, menyampaikan normalisasi bukan satu-satunya membongkar bangunan beton. Tetapi normalisasi saluran-saluran supaya mendapatkan debit air. 

Untuk solusi akan mengecek bersama dan menginventarisasi. Setelah mendapatkan data jumlah air, BWS akan mengatasi kekurangan air tersebut.  

"Akan kami laksanakan rekomendasinya. Normalisasi  itu bukan membongkar beton, namun membangun saluran irigasi juga," terangnya.

Baca juga: Giliran Anggaran DPRD Badung Dipangkas

Di dalam forum, hasil pengecekan yang telah dilakukan saat musim basah ketersediaan air  diakui cukup. Namun, terjadi kelebihan pemakaian air yang menyebabkan terjadi kekurangan air. 

Maryadi menyatakan  kebutuhan air 12 liter per detik tapi pemakaiannya melebihi itu. Maka dari itu, dibutuhkan pengawasan atau komisi irigasi terkait pemakaian air. 

Maryadi pun bingung mengatasi dua konflik ini dan memohon solusi dengan DPRD Bali, karena saat bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan Bupati Tabanan menolak dilakukan normalisasi di saluran irigasi tersebut. 

Dengan pertemuan di DPRD Bali ini solusinya bisa mendapat air yang sama rata tanpa ada kekurangan.  

"Namun ketika ada permasalahan yang jelas, kekurangan air di mana, baru usulkan ke kita. Sebab dari data air mencukupi, tapi ini diukur ketika debit basah, ketika debit kering belum," tandas Maryadi. 

(rb/feb/yor/JPR)

 TOP