alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Di Balik Cerita Miris Komang Mira Wati

Jadi Pengemis, Mantan Bos Spa Cantik di Kuta Rela Tidur di Balai Dusun

Empat Hari, Ngaku Dapat Uang Rp 500 Ribu

08 Juni 2021, 18: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

jatuh miskin, pengemis cantik, mantan bos spa, Kuta Bali, mengemis bersama anak, Satpol PP Klungkung, usaha bangkrut,

GEPENG MODIS: Komang Mira Wati bersama anak sulungnya yang masih berusia lima tahun usai terjaring Satpol PP Klungkung karena menggepeng di Simpang Tihingadi, Jl Bypass IB Mantra, Dawan, Klungkung. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

Share this      

KISAH Komang Mira Wati, 26, mantan bos salah satu spa di kawasan Wisata Kuta, Bali yang jatuh miskin dan rela menggelandang dan mengemis bersama anak bungsunya langsung viral.

Bahkan, terkait nasib miris yang dialami perempuan berparas cantik asal Desa Tianyar, Karangasem, ini pun telah dibagikan lebih dari seribu kali.

Baca juga: Menko Airlangga: Industri Olahraga dan Prestasi Harus Selaras

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Klungkung

NASIB manusia tak ada yang tahu. Begitu juga yang dialami Komang Mirawati.

Mantan owner cantik salah satu spa di kawasan Kuta, Badung, Bali, ini tak pernah menyangka jika usahanya yang sempat maju pesat dan Berjaya akan terpuruk.

Usaha yang dirintis bertahun-tahun dengan puluhan karyawan itu bangkrut dan tutup akibat terdampak pandemi Covid-19.

Sejak tutup, Mira Wati sempat memutuskan untuk pulang kampung bersama suaminya.

Bahkan sebelum nekat menggepeng, perempuan muda dua anak ini sempat bekerja sebagai buruh proyek bersama suaminya.

Namun karena lima hari tak dapat panggilan, ia akhirnya terpaksa mengemis bersama gepeng lain untuk menyambung hidup keluarganya karena semua tabungan miliknya habis.

“Spa saya ada satu setengah tahun sudah tutup. Kontrak tempat Spa juga sudah saya putus. Tabungan sudah habis. Anak saya dua masih kecil-kecil. Saya sudah coba cari kerjaan lain, tapi tidak ada,” akunya

Kini dengan terjaring razia gepeng di Simpang Tihingadi, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Kecamatan Dawan, Klungkung, Mira Wati mengaku pasrah dan berharap segera mendapat pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya sebenarnya tidak mau mengemis seperti ini. Tetapi karena keadaan, terpaksa saya mengemis,” terang wanita berambut pirang itu.

Sementara itu, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, Putu Suarta mengungkapkan dari enam gepeng yang terjaring razia, empat di antaranya adalah anak-anak.

Menurutnya sebagian besar gepeng yang terjaring razia merupakan wajah lama yang terus membandel meski berkali-kali telah dipulangkan ke kampung halamannya

Sedangkan berdasarkan keterangan para gepeng, Kata Suarta, gepeng-gepeng itu beraksi selama empat hari dan akan pulang ke kampung halamannya di hari keempat.

Selama empat hari itu, setiap gepeng termasuk Komang Mira Wati mengaku bisa mendapatkan uang hasil menggepeng hingga Rp 500 ribu.

“Dan selama empat hari menggepeng di Klungkung, mereka tidur di balai banjar (dusun). Anaknya yang disuruh menggepeng, sementara ibunya duduk-duduk di bawah pohon dekat persawahan. Tadi kami sampai lari-lari di tengah sawah untuk menangkap mereka,” tukasnya. 

(rb/ayu/pra/JPR)

 TOP