alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Percepat Diagnosis Pasien, RSUD Buleleng Siapkan Layanan Antigen

09 Juni 2021, 10: 30: 04 WIB | editor : ali mustofa

pandemi covid-19, diagnosis pasien, rsud buleleng, layanan antigen

Layanan diagnosis klinis Covid-19 di laboratorium di RSUD Buleleng (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA– RSUD Buleleng menyiapkan layanan rapid test antigen. Layanan ini diharapkan dapat mempercepat diagnosis pasien yang diduga tertular virus SARS-CoV-2 yang memicu penyakit covid-19.

Selain itu layanan itu juga dianggap lebih murah. Selama ini RSUD Buleleng lebih memilih memberikan diagnosis covid-19 lewat laboratorium PCR.

Apalagi rumah sakit sudah memiliki dua unit alat untuk mengecek hasil sampel pasien yang diduga tertular covid-19.

Baca juga: Picu Bising, Razia Knalpot Brong, Polisi Datangi Belasan Bengkel Motor

Belakangan Kementerian Kesehatan menyatakan hasil rapid test antigen dapat menjadi salah satu rujukan diagnosis pasien.

Manajemen rumah sakit pun memutuskan menyediakan layanan tersebut. Sehingga diagnosis terhadap pasien juga bisa dilakukan lebih cepat.

Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. mengatakan layanan itu diharapkan bisa memberikan pelayanan lebih cepat bagi pasien.

Terutama bagi pasien yang membutuhkan operasi dalam waktu cepat. Entah itu karena kasus kecelakaan, melahirkan, atau kasus darurat lainnya.

Selama ini saat tim medis merasa tidak yakin dengan kondisi pasien, mereka menggunakan baju hazmat saat melakukan operasi.

“Tapi dengan antigen, biayanya bisa ditekan. Kalau hasilnya negative, tidak perlu pakai baju hazmat. Prosesnya lebih cepat, biaya juga lebih murah,” kata Arya.

Selama ini dalam proses pelayanan, kerap terjadi resisten di masyarakat. Khususnya bagi pasien yang baru saja menjalani operasi.

Apabila belum mengantongi hasil uji swab, pasien biasanya ditempatkan di ruang isolasi. Hal itu kerap memicu protes dari pasien dan keluarganya. Sementara tim medis berpegangan pada prosedur standar yang telah ada.

“Dengan proses ini, jadinya persoalan yang selama ini sering dihadapi petugas pelayanan medis kami, bisa berkurang.

Apalagi kalau sudah diberikan pelayanan standar pasien covid, ternyata setelah dicek hasil swab-nya negative, itu pasti menimbulkan persoalan. Dari sisi keuangan, itu juga tidak bisa ditanggung dalam biaya wabah,” tegasnya.

Asal tahu saja, rapid test antigen mandiri di RSUD Buleleng dikenakan biaya Rp 165 ribu per orang.

Manajemen menyatakan biaya itu sudah sesuai dengan standar tertinggi biaya di rumah sakit pemerintah, seperti yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP