alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Produksi Rendah, DPRD Gianyar Soroti Pabrik Air Kemasan Be Gianyar

09 Juni 2021, 14: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

DPRD Gianyar, soroti produksi AMDK, AMDK Be Gianyar, produksi rendah, minta dioptimalkan,

Komisi III DPRD Gianyar saat monev ke perusahaan air minum Tirta Sanjiwani (IST)

Share this      

GIANYAR - DPRD Gianyar menyoroti produksi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Be Gianyar. Saat ini, produksinya masih sedikit. Dewan pun minta agar dioptimalkan lagi karena permintaan cukup tinggi.

Hal itu terungkap dalam monitoring dan evaluasi (monev) yang digelar Komisi III DPRD Gianyar ke pabrik Be Gianyar yang baru mulai beroperasi Mei lalu.

Monev yang dipimpin Ketua Komisi III, Putu Gede Pebriantara, mengambil dua lokasi. Pertama di Kantor Perumda Tirta Sanjiwani. Kemudian langsung mengecek unit AMDK di Desa Bukian, Kecamatan Payangan. Dewan menemukan sejumlah hal. 

Baca juga: Tim Yustisi Denpasar Buru Pelanggar Prokes di Pemogan, Ini Hasilnya

Pertama, mengenai pemasaran air berlabel Be Gianyar Mineral Water. "Ini penting karena karena dari Pemkab Gianyar telah menggelontorkan anggaran Rp 2 miliar tahun 2020 untuk menopang kegiatan sebagai salah satu perusahaan distributor air minum plat merah ini," ujarnya, Selasa (8/6).

Lebih lanjut dikatakan, pabrik air minum itu baru dimulai Mei 2021. Sehingga, lanjutnya, jumlah distribusi air minum Be Gianyar memang belum maksimal karena kapasitas produksi air di pabrik memang belum maksimal.

“Padahal jumlah permintaan air minum Be Gianyar di masyarakat cukup tinggi," ujarnya.

Selanjutnya, di pabrik melihat bagaimana proses produksi air minum Be Gianyar ini. Setelah itu mengadakan rapat kerja terkait produksi, kapasitas produksi dan pola pemasarannya. 

Diketahui bahwa unit usaha baru diresmikan dengan kapasitas produksi beberapa kemasan. Diantaranya, kemasan galon 19 liter bisa mencapai 300 galon per jam; kemasan gelas mencapai 7.200 pices per jam; botol mini 330 ml mencapai 12.000 botol per jam; botol 600 ml diproduksi mencapai 8.000 botol per jam; botol besar 1500ml diproduksi mencapai 5000 botol per jam.

"Cuma karena baru mulai produksi unit AMDK perusaahan air minum Tirta Sanjiwani yang baru mempekerjakan 27 orang ini di bulan Mei belum bisa maksimal karena lebih banyak untuk pelatihan dan training dalam rangka produksi," jelasnya.

Pihaknya berharap, bulan Juni baru bisa lebih optimal dengan kapasitas produksi senilai 341 juta lebih. 

Dalam rapat kerja ini juga disampaikan beberapa hal yang menjadi permasalahan ke depan. Sekaligus dewan memberikan solusi. Yakni terkait prospek air minum dalam kemasan ini.

"Agar bisa lebih maksimal bisa mendatangkan PAD bagi Pemkab Gianyar, yaitu regulasi dan modal kerja," jelasnya.

Untuk regulasi, unit usaha AMDK ini harus bernaung dibawah anak perusahaan perusahaan air minum Tirta Sanjiwani. Atau dijadikan perusahaan daerah khusus.

"Sehingga lebih gampang nantinya beroperasi untuk bisa mendatangkan keuntungan dalam rangka meningkat PAD pemerintah," jelasnya.

Selanjutnya, untuk modal kerja, karena kapasitas produksi yang masih rendah sehingga dibutuhkan tambahan modal kerja mencapai Rp 15 miliar.

"Meski dilakukan secara bertahap selama 2 tahun. Kami mengapresiasi Pemkab Gianyar karena unit ini sudah beroperasi," ujarnya. 

Yang membanggakan, lanjut dia, air minum dalam kemasan ini baru ada 7 di seluruh indonesia. "Dan baru unit AMDK Tirta Sanjiwani Gianyar dengan nama produknya Be Gianyar Water satu-satunya unit usaha AMDK plat merah yang mendapat lisensi air bersih dan sehat dari BPOM," ujarnya.

Kata dia, hal itu sebuah kebanggaan bagi semua pihak. Diharapkan, dengan peningkatan PAD dari sektor air kemasan ini, bisa digunakan untuk mensubsidi  pemakaian air minum di bawah 10 kubik bagi sekitar 7.000 KK miskin.

(rb/dra/yor/JPR)

 TOP