alexametrics
Kamis, 24 Jun 2021
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Menkop dan UKM Dukung Kebijakan Spasial untuk Pemulihan Ekonomi Bali

Minta Kampanye Penerapan Prokres Secara Masif

09 Juni 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Mengkop dan UKM, teten masduki, pemulihan ekonomi Bali, pandemi Covid-19, kebijakan spasial, kampanye penerapan prokes, bali dikunjungi dunia, bali me

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Dok. Jawa Pos)

Share this      

DENPASAR- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyatakan sangat mendukung kebijakan spasial untuk mempercepat pemulihan ekonomi Bali yang terpuruk akibat terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Teten, dengan potensi pariwisata yang dimiliki, Bali merupakan daerah yang punya posisi sangat strategis.

Bahkan, menurutnya, sebagai lokomotif pariwisata nasional, pemerintah dikatakan ‘berhutang’ kepada Bali dengan kontribusi besarnya bagi perekonomian nasional. 

Baca juga: Jasad Mia Ditemukan Telanjang dan Hanya Mengenakan Celana Dalam

"Kita semua wajib ikut bertanggung jawab dan berkolaborasi untuk pemulihan dan kebangkitan ekonomi Bali," terang Teten Masduki di Denpasar, Bali, Selasa kemarin (8/6).

Kata Teten, salah satu hal yang bisa dilakukan pemerintah adalah kebijakan spasial dalam bentuk fiskal untuk Bali.

Menurutnya, upaya itu dapat dilakukan melalui 3 (tiga) fase, yaitu fase pandemi, survival, dan fase transformasi.

Di fase pandemi, menurutnya Bali perlu melakukan kampanye besar-besaran tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

"Saat ini kita perlu yakinkan wisata Bali aman dikunjungi. Aman karena prokes diterapkan secara baik. Prokesnya yang kita tonjolkan untuk meyakinkan, karena sampai saat ini negara manapun belum bisa memberi jaminan kalau Covid-19 itu sudah tidak ada," ujar Teten.

Selain itu, kata Teten, sesungguhnya wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman) sudah sangat rindu untuk berwisata ke Bali.

Hanya saja, kata dia, banyak dari para wisatawan yang sengaja menahan keinginannya untuk plesiran ke Bali karena belum yakin dengan penerapan prokes.

“Sekali lagi (prokes) ini perlu kampanye secara terus menerus dan masif agar mereka yakin prokes telah diterapkan secara benar” imbuhnya. 

Kemudian pada fase survival, Teten menyatakan perlunya perubahan strategi dari #Bali dikunjungi dunia menjadi #Bali mengunjungi dunia.

Artinya kata Teten, produk-produk khas Bali yang harus lebih banyak 'go international' dengan memanfaatkan market digital.

Untuk itu, sangat dibutuhkan pendampingan dan dorongan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Saya yakin, banyak yang rindu dengan berbagai produk khas Bali. Ubah mindset, kembangkan jiwa entrepreneur,” ujarnya.

Terakhir di fase transformasi pasca pandemi, Teten mengingatkan agar Bali tidak sepenuhnya mengandalkan pertumbuhan ekonomi pada sektor pariwisata yang rentan terhadap berbagai isu seperti keamanan dan kesehatan.

Melainkan, pihaknya mendorong kepada Bali untuk mengoptimalkan pengembangan potensi ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam seperti kelautan dan lainnya.

“Salah satunya, transformasi bisa dilakukan pada pengemasan seni dan budaya dalam pertunjukan digital,”tukas Teten.

(rb/pra/pra/JPR)

 TOP