alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Senjata Makan Tuan! Buang Limbah ke Got, Terganggu Limbah Sendiri

10 Juni 2021, 12: 43: 49 WIB | editor : Yoyo Raharyo

pepatah, senjata makan tuan. Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Tegalalang, Gianyar, buang limbah, cium bau busuk,

Saluran got di Banjar/ Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, menyemburkan bau busuk. (IB INDRA PRASETIA/ RADAR BALI)

Share this      

GIANYAR - Ibarat pepatah senjata makan tuan. Itulah yang dialami warga Banjar/Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang. Limbah rumah tangga yang dibuang ke saluran got kini menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Serangan bau busuk itu menyeruak pekan lalu. Saat proyek drainase menyumbat saluran irigasi. Otomatis, got tidak teraliri air. Petugas sudah sempat menyemprotkan Eco Enzim ke saluran berbau busuk. Cairan dari bahan alami itu untuk mencegah bau.

Usai penyemprotan, karena warga masih membuang limbahnya ke got, maka Rabu kemarin (9/6), keluhan kembali muncul.

Baca juga: Demam Berdarah di Karangasem Kembali Makan Korban, Waspada!

Menurut sejumlah sumber, disebutkan, perilaku sejumlah warga yang membuang limbah rumah tangga di Banjar Sebatu sudah lama. Namun selama ini, limbah tersebut langsung dihanyutkan saluran irigasi di got dekat pemukiman.

Terkait situasi itu, Perbekel Desa Sebatu, Wayan Tangsi Asrama membenarkan hal tersebut. Terkait berapa jumlah rumah tangga yang membuang limbahnya ke saluran irigasi tersebut, dia tidak mengetahui jumlah secara pasti. Namun yang pasti, jumlahnya banyak.

"Itu sudah lama, dulu tidak terjadi seperti ini karena langsung hanyut. Pas sekarang sedang perbaikan saluran irigasi, sehingga sekarang menggenang, dan menimbulkan bau busuk," ujarnya.

Belum lama ini, pihaknya sempat dibantu oleh aparat TNI dalam menghilangkan bau. Namun dikarenakan ada timbunan limbah baru, sehingga bau kembali menyengat. 

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kelian setempat, supaya warga tidak lagi membuang limbah rumah tangga ke saluran drainase.

"Mudah-mudahan dengan kejadian ini, masyarakat memahami, dan tidak lagi membuang limbah rumah tangga ke saluran drainase," pintanya.

Sementara itu, Camat Tegalalang, I Komang Alit Adnyana mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan bau tersebut.

"Kami ajak warga untuk gotong royong, tapi karena limbahnya terlalu banyak, sehingga tidak kuat," ujarnya.

Pihak kecamatan juga meminta peran serta masyarakat supaya hidup bersih.

"Intinya dengan kejadian ini, kami terus melakukan edukasi supaya warga tidak lagi membuang limbah rumah tangga secara sembarangan," pungkasnya.

(rb/dra/yor/JPR)

 TOP