alexametrics
Jumat, 25 Jun 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Kejaksaan Beri Signal Rencana Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Rawan Konflik

10 Juni 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

proyek pembangunan tol, tol mengwi-gilimanuk, rawan konflik, sosialisasi, Kejari Jembrana,

Suasana pelaksanaan sosialisasi rencana pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi di Desa Kaliakah, Kamis (10/6). (M.Basir)

Share this      

NEGARA - Sosialisasi dan pendataan awal rencana pembangunan ruas jalan tol Gilimanuk - Mengwi, di Jembrana berakhir Kamis (9/6) hari ini.

Warga yang terkena lintasan ruas jalan tol dari 33 desa di Jembrana sudah mendapat sosialisasi dan didata sebagai tahap awal pembangunan jalan tol.

Sejauh ini, belum ada gejolak penolakan rencana pembangunan jalan tol ini, namun potensi konflik rawan terjadi sehingga harus diwaspadai.

Baca juga: Anak Usia Lima Tahun Diterkam Anjing Rabies di Jembrana

Karena itu, Kejari Jembrana menekankan agar masyarakat mengikuti proses sosialisasi dan setiap tahapan pembangunan jalan tol, sehingga pembangunan jalan tol yang merupakan program strategis nasional bisa berjalan.

"Jangan sampai nanti setelah berjalan masyarakat ribut karena merasa tidak mendapat sosialisasi," kata Kajari Jembrana Triono Rahyudi, saat sosialisasi di Desa Kaliakah, Kamis (10/6).

Menurut Kajari Jembrana, potensi konflik rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi sangat besar, terutama yang berkaitan dengan pembebasan lahan.

Sehingga warga yang terkena lintasan jalan tol diminta untuk lebih banyak berkomunikasi dengan pihak berwenang dalam pembangunan jalan tol, daripada mendapat informasi yang belum jelas sumbernya. 

Kajari menyampaikan, dalam rencana pembangunan jalan tol ini memberikan ruang pada masyarakat untuk konsultasi dan pendampingan pada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan hukum.

Masyarakat bisa menyampaikan pada pihak desa untuk difasilitasi dengan kejaksaan melalui seksi-seksi yang membidangi.

Pendampingan hukum oleh seksi perdata dan tata usaha negara, serta pengamanan pembangunan strategis oleh seksi intelijen. 

Ruang komunikasi dan konsultasi masyarakat dengan Kejari Jembrana, lanjutnya, untuk membantu masyarakat dalam pelayanan hukum.  

"Lebih baik komunikasikan, bertanya pada pihak berwenang yang lebih kompeten sehingga mendapat informasi yang benar," terangnya.

Dalam sosialisasi yang digelar tim persiapan jalan tol, Jalan tol Gilimanuk- Gilimanuk memiliki ruas ruang 1069,44 hektar, terbagi menjadi 8212 bidang kepemilikan lahan.

Terbanyak kabupaten Jembrana 4305 bidang atau 52,4 persen dengan luas tanah sebanyak 682,74 hektar.

Rincian masing-masing kecamatan, yakni Melaya seluas 203,35 hektar (783 bidang), Pekutatan 181,65 hektar (788 bidang), Mendoyo 172,62 hektar (1420 bidang), Negara 67,96 hektar (690 bidang) dan Kecamatan Jembrana seluas 57,15 hektar (632 bidang). 

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP