alexametrics
Kamis, 24 Jun 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Residivis Kambuhan Spesialis Congkel Jok Motor

10 Juni 2021, 20: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

aksi congkel jok, residivis kambuhan, Polres Buleleng, tim jatanras, aksi curat, Lapas Singaraja,

Tersangka I Gusti Bagus Ngurah Puja Diarsa alias Gung Puja (kiri) saat berada di Mapolres Buleleng, Kamis (10/6) (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA– Baru menghirup udara bebas dari Lapas Singaraja, pada Akhir 2020, I Gusti Bagus Ngurah Puja Diarsa alias Gung Puja, 35, kembali mendekam di sel tahanan.

Residivis kambuhan asal Banjar Dinas Darma Yasa, Desa Tukadmungga kembali dibekuk tim Jatanras (Kejahatan dengan Kekerasan) Polres Buleleng di rumahnya, pada Minggu (4/6) lalu.

Kali ini, Gung puja ditangkap karena diduga sebagai otak aksi pencurian di wilayah pesisir Buleleng selama kurun waktu Januari hingga Mei 2021.

Baca juga: Guru Honorer di Buleleng Hilang Kesadaran Usai Divaksin AstraZeneca

Kanit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reskrim Polres Buleleng Ipda Kevin Simatupang mengatakan, tersangka Gung Puja diduga menjadi tersangka dalam aksi congkel jok yang terjadi di pantai depan Pura Segara Tigawasa, pada akhir April 2021 lalu.

Saat itu, korban Made Adhi Wiryanata, 28, warga Kelurahan Banjar Tegal, hendak mengambil ponselnya yang disimpan di jok sepeda motor.

Setelah dicek, ternyata jok motor dalam kondisi terbuka. Ponsel yang tersimpan di dalamnya pun hilang. Korban yang merasa kehilangan handphone langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Usai menerima laporan, polisi langsung mencium adanya gelagat bahwa perbuatan itu dilakukan orang yang sama.

Polisi segera menjemput tersangka Gung Puja di rumahnya pada Minggu dua pekan lalu.

“Dia kami duga turut bertanggungjawab terhadap sejumlah kasus pencurian lainnya di wilayah Seririt sampai Lovina. Polanya sama. Mencongkel jok motor, atau mengambil barang yang ketinggalan di kantong sepeda motor,” kata Kevin di Mapolres Buleleng, Kamis (10/6).

Lebih lanjut Kevin mengatakan, tersangka Gung Puja juga diketahui sebagai resdivis.

“Dia baru keluar akhir 2020. Tahun 2014 dan 2018 juga sempat diamankan personel polres karena kasus yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka Gung Puja berdalih tak punya pilihan lain.

Sebab ia membutuhkan uang untuk makan. “Kalau dapat HP nanti dijual online. Selama ini saya kerjanya serabutan. Makanya saya lakukan itu untuk makan,” dalihnya.

Kini tersangka Gung Puja mendekam di sel tahanan Mapolres Buleleng. Ia dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP