alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Vaksinasi 9 Desa di Bawah 30 Persen, Ini Temuan Dinkes Klungkung

11 Juni 2021, 10: 02: 19 WIB | editor : ali mustofa

vaksinasi covid-19, vaksinasi rendah, 9 desa di klungkung, dinkes klungkung

Ilustrasi suntik vaksin covid-19 (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

SEMARAPURA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menggelar rapat evaluasi percepatan vaksinasi Covid-19 untuk memastikan

pelayanan vaksinasi Covid-19 di Klungkung dengan mengambil tempat di ruang rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, kemarin.

Dalam rapat itu terungkap ada 4 desa yang cakupan vaksinasinya mencapai lebih dari 90 persen. Sementara ada sebanyak 9 desa yang cakupan vaksinasinya di bawah 30 persen.

Baca juga: Pegawai Kontrak Buang Limbah Medis, RS Sanjiwani: Itu Oknum, Bukan RS

Kadis Klungkung dr. Ni Made Adi Swapatni mengungkapkan, dari total jumlah penduduk Kabupaten Klungkung sebanyak 206.925 orang, ada sebanyak 151.788 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Dari jumlah sasaran itu, menurutnya, hingga kemarin cakupan vaksinasi mencapai 50,32 persen. “Di mana masyarakat yang sudah mendapatkan

vaksinasi dosis pertama sebanyak 76.381 orang dan untuk vaksinasi dosis kedua sebanyak 27.566 orang,” ungkapnya.

Diungkapkannya, ada 4 desa yang cakupan vaksinasinya lebih dari 90 persen. Yakni Lembongan, Jungutbatu, Kampung Gelgel, dan Kutampi.

“Bahkan Lembongan dan Jungutbatu sudah 100 persen,” katanya. Sementara itu, desa yang cakupan vaksinasinya di atas 50 persen sebanyak 20 desa.

Yaitu Desa Nyanggelan, Pikat, Sulang, Timuhun, Semarapura Klod, Manduang, Akah, Semarapura Kaja, Besan, Dawan Klod, Ped, Satra, Takmung, Batumadeg, Batununggul, Tohpati, Dawan Kaler, Sampalan Tengah, Bakas dan Getakan.

“Untuk desa yang cakupan vaksinasinya di bawah 30 persen sebanyak 9 desa yaitu Desa Paksebali, Semarapura Tengah,

Sampalan Klod, Tangkas, Semarapura Klod Kangin, Gelgel, Tegak, Bungbungan dan Semarapura Kangin,” bebernya.

Menurutnya, masih ada desa yang rendah persentase cakupan vaksinasinya lantaran ada ketakutan dari sasaran terhadap vaksin yang akan diberikan.

Untuk itu perlu peran serta aparat desa untuk membantu melakukan sosialisasi kepada sasaran vaksin yang memiliki kekhawatiran.

“Tentu tim pelaksana vaksinasi tidak bisa berjalan sendiri. Kami laksanakan vaksinasi, kalau sasarannya tidak datang kan sulit.

Sehingga diharapkan para camat dapat berkoordinasi dengan para kades supaya siapkan sasaran. Kami sebagai tim pelaksana jadi siap juga mobilisasi pada tempat-tempat yang sasarannya cukup banyak,” terangnya.

Untuk tenaga vaksinasi, menurutnya, hingga saat ini tidak ada masalah. Di luar layanan vaksinasi di Puskesmas, tenaga vaksinasi yang ada mampu melayani sebanyak 1.400-1.500 sasaran.

“Kami juga buka layanan vaksinasi di RSUD Klungkung, Polres Klungkung, malah tidak ada sasaran. Bahkan hanya dapat 20 sasaran,” ujarnya.

Lebih lanjut terkait dengan sasaran vaksinasi Covid-19 yang memiliki riwayat penyakit penyerta diharapkan datang ke tempat vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sebab di tempat itu sasaran vaksinasi nantinya akan diperiksa oleh tim medis dan diambil keputusan apakah dapat menjalani vaksinasi atau tidak.

“Jadi kami akan screening terlebih dulu. Kalau memang tidak direkomendasi untuk vaksinasi tidak masalah, yang penting datang saja,” tandasnya.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP