alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Ayo, Kuliah di ITB STIKOM Bali!

Sarjana TI Primadona di Era New Normal

13 Juni 2021, 16: 33: 29 WIB | editor : ali mustofa

ITB STIKOM BALI

BILATERAL: Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan (kiri) bertemu President National Taiwan University of Scince and Technology ketika berkunjung ke kampus Taiwan Tech itu di Taipei pada 10 Desember 2019. (IST)

Share this      

DENPASAR, Radar Bali - Dunia sekarang telah berubah. Kebiasaan lama masyarakat dunia mulai ditinggalkan dan wajib menyesuaikan dengan kebiasaan baru setelah diterjang pandemi Covid - 19. Era New Normal sudah digaungkan sejak tahun 2020 lalu. Tapi menurut pengamatan Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, penyesuaian itu belum maksimal. 

Menurut Dadang Hermawan penyesuaian itu tidak cukup dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. "Tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda, menyiapkan anak-anak kita memasuki jenjang pendidikan yang sesuai dengan situasi sekarang dan ke depannya," katanya.

Dadang meyakini, saat ini dan ke depan adalah eranya bisnis digital. Itulah maka sejak tahun 2020 lalu ITB STIKOM Bali membuka Progran Studi (Prodi) Bisnis Digital dan Prodi Teknologi Informasi untuk melengkapi Prodi Sistem Komputer, Prodi Sistem Informasi, dan Prodi Manajemen Informatika.

Baca juga: Diskresi Beli Solar, Pemilik Kapal Hingga 30 GT Diminta Urus Dokumen

Prodi Bisnis Digital ini memiliki lima konsentrasi, yakni Bisnis Perhotelan, Bisnis Kuliner, Bisnis Akuntansi Perpajakan, Digital Marketing, dan Digital Bisnis Seni Pertunjukkan.

"Prodi Bisnis Digital ini menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi informasi dengan dunia bisnis sehingga mampu bersaing di era digitalisasi saat ini maupun ke depannya," sebut Dadang.

Sedangkan Prodi Teknologi Informasi (TI) akan menghasilkan lulusan yang memiliki keahian di bidang komputer yang mampu merancang, membangun, dan mengoperasikan sistem yang berfokus langsung  terhadap implementasi serta infrastrukur sistem pendukung perusahaan dan bisnis.

Selain itu, untuk memenuhi keinginan masyarakat Bali mengingat banyak mahasiswa Bali kuliah di luar negeri, maka sejak tahun 2007  ITB STIKOM membuka Program Internasional Dua Gelar bekerja sama dengan Help University Kuala Lumpur, Malaysia. 

"Mahasiswa kami akan mendapat dua gelar yakni gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan gelar Bachelor of Information Technology (BIT) dari Help University," beber Dadang.  "Saat ini sekitar 150 mahasiswa sedang kuliah Program Internasional," lanjutnya.

ITB STIKOM Bali yang berada di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar (Yayasan WDS Denpasar), terus melakukan inovasi. Melihat banyaknya anak muda Bali melanjutkan kuliah di Binus University Jakarta, sejak tahun 2018 lalu ITB STIKOM Bali merintis kerja sama dengan Binus University Jakarta hingga akhirnya merealisasikan membuka Program Nasional Dua Gelar, tahun 2020 untuk gelar S.Kom dari ITB STIkOM Bali dan Sarjana Manajemen (SM) dari Binus University Jakarta.

"Jadi bagi calon mahasiswa asal Bali, kalau ingin kuliah di Binus Jakarta, tidak perlu lagi ke Jakarta, cukup di ITB STIKOM Bali saja, lebih hemat dan punya dua gelar pula, apalagi menguasai TI yang sekarang menjadi primadona," tutup Dadang saat ditemui di kampus ITB Bali Renon Denpasar, Minggu (13/06/2021).***

(rb/han/mus/JPR)

 TOP