alexametrics
Rabu, 04 Aug 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Wanita Pelaku Perampasan Cincin Milik Penyandang Cacat Tertangkap

Dibekuk Saat Pulang Usai Jualan Pakan Ternak

17 Juni 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

perampasan, perampasan emas, penyandang cacat dirampas, Polsek Dawan, penyandang disabilitas, wanita paruh baya, cincin emas dirampas, pelaku perampas

I Ketut Ari Widiari, 42, (tengah) pelaku perampasan cincin emas milik penyandang disabilitas di Klungkung usai tertangkap. (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA-I Ketut Ari Widiari, 42, pelaku perampasan cincin emas milik Korban I Ketut Merta, 45, salah satu penyandang cacat (disabilitas) di Klungkung akhirnya tertangkap.

Perempuan asal Desa Takmung, Kecamatan Banjarankan, Klungkung ini diringkus personel Polres Klungkung saat sedang melintas di jalan raya di wilayah Desa Gunaksa,Dawan, Klungkung, Rabu (17/6).

Kapolsek Dawan, AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari saat dikonfirmasi, Kamis (17/6) membenarkan dengan penangkapan pelaku perampasan cincin milik Korban Merta.

Baca juga: Ratusan Ikan Hanyut Jadi Rebutan warga, Tirta Gangga Buat Sayembara

Menurut AKP Made Kalpika Sari, usai diamankan, kasus ini langsung ditangani penyidik di Satuan Reserse Kriminal Polres Klungkung.

“Iya (sudah ditangkap). Kasus langsung ditangani penyidik di Polres (Klungkung,)”terang AKP Kalpika Sari

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko saat dikonfirmasi terpisah menyatakan, tersangka Ari Widiari ditangkap saat perjalanan pulang ke rumahnya di Takmung.

“Pelaku kami amankan saat perjalanan pulang ke Takmung. Pelaku sempat menggunakan plat palsu. Pelaku diamankan di Polsek Dawan,” tandasnya. 

AKP Ario Seno menambahkan, aksi perampasan yang dilakukan tersangka yakni berawal saat Ari Widiari datang ke warung korban untuk membeli minum lantaran haus saat perjalanan pulang dari menjual pakan ternak di Karangasem.

Saat membeli minum itulah, imbuh AKP Ario, pelaku melihat cincin emas korban dan tertarik memilikinya.

“Jadi pada saat dia (tersangka) melihat cincin itu, dia langsung punya niatan mengambil cincin itu. Apalagi tersangka melihat ada kesempatan korbannya lumpuh. Jadi langsung diambil secara paksa hingga korban mengalami luka pada jarinya,” ungkapnya.

Kini atas perbuatannya, imbuh AKP Ario, tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP, yakni tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

(rb/ayu/pra/JPR)

 TOP