alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Kasus Suami Bunuh Istri di Badung

Sungguh Biadab! Ternyata Pelaku Bantai Istri di Depan Ibu Kandungnya

21 Juni 2021, 05: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pembunuhan, suami bunuh istri, tusuk leher istri, polres badung, pembunuh sadis, dibunuh depan ibu, pria di badung, sosok pelaku pembunuhan,  percobaa

Jasad Korban Ni Luh Putu Russiani saat berada di RSUD Mangusada, Kapal, Badung (kiri); dan Pelaku I Made Maranada (Istimewa)

Share this      

FAKTA baru terungkap dari kasus pembunuhan sadis yang dilakukan seorang suami terhadap istri di Badung, pada Jumat malam (19/6) sekitar pukul 20.00 WITA

Adanya fakta baru, ini setelah polisi meminta keterangan terhadap saksi yang juga kedua orang tua pelaku, yakni Saksi I Made Geliduh, 60, dan Ni Nyoman Yeni, 65. Seperti apa?

ANDRE SULLA, Badung

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas, Korban Diduga Sengaja Kunci Pintu dari Dalam

AKSI pembunuhan yang dilakukan I Made Maranada, 34, terhadap istrinya Ni Luh Putu Russiani, 24, sangat sadis dan biadab.

Korban tewas di lokasi kejadian usai ditikam pelaku menggunakan pisau dapur di bagian leher kirinya. Peristiwa berdarah itu terjadi di depan garasi rumah orang tuanya di kawasan Banjar Sibang, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Badung Iptu I ketut Gede Oka Bawa saat dikonfirmasi, Minggu (20/6) menyatakan, usai menerima laporan pembunuhan pada Sabtu dini hari (19/6) sekitar pukul 03.00 WITA, polisi langsung datang ke TKP.

Hasil olah TKP dan keterangan saksi, terungkap jika pembunuhan sadis yang dilakukan Maranada berlangsung sangat cepat.

Menurut Iptu Oka Bawa, terungkapnya kasus penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal itu pertama kali diketahui Saksi Ni Nyoman Yeni, 65.

Saksi Nyoman Yeni yang tak lain ibu kandung dari Pelaku Maranada, ini kata Iptu Oka Bawa, mengetahui kejadian setelah saksi mendengar teriakan korban dari arah garasi.

“Saat kejadian, saksi awalnya ada di dalam kamar rumah. Namun saat di kamar, saksi (Yeni) ini mendengar suara teriakan dari menantunya (Korban Ni Luh Putu Russiani),”terang Iptu Oka Bawa.

Mendengar teriakan korban, Saksi Yeni langsung bergegas keluar kamar untuk mengecek dan menuju suara teriakan.

Singkat cerita, saat Saksi Yeni tiba di depan pintu rumah (berjarak beberapa meter dari garasi tempat pelaku menganiaya korban), saksi melihat anak lakinya (Pelaku Made Maranada) sedang menganiaya menantunya.

“Jadi saat saksi (Yeni) tiba di depan pintu rumah, dia melihat pelaku sedang menganiaya korban,”jelas Iptu Oka Bawa.

Bahkan, imbuh kasubbag humas, Saksi Yeni melihat dengan mata kepalanya sendiri saat anak laki-lakinya menusuk pisau dapur ke arah leher menantunya hingga jatuh tersungkur bersimbah darah.

Melihat anak menantunya dianiaya hingga jatuh tersungkur, saksi langsung teriak histeris.

Dalam keadaan panik dan lutut lemas, saksi berusaha berteriak meminta tolong kepada suaminya, Saksi I Made Geliduh, 60, yang ketika itu sedang berada di kamar mandi (toilet).

“Saksi (Yeni) ini juga melihat saat pelaku pergi meninggalkan korban dengan menenteng pisau dapur. Tapi saksi mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menangis,”tambah Iptu Oka Bawa.

Sementara Saksi Made Geliduh yang sebelumnya berada di toilet sedang mandi bergegas keluar usai mendengar teriakan istrinya (Saksi Yeni).

Saat keluar, Saksi Geliduh yang merupakan salah satu tokoh dan perangkat di Desa Jagapati itu sempat naik pitam dengan perbuatan yang dilakukan anak laki-lakinya

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP