alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Divonis 11 Tahun, Keputusan Terdakwa Ini Bikin Geleng Kepala Pengacara

Ajukan Banding karena Hanya Dikorting Setahun

21 Juni 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

sidang narkotika, Ketut Putra Yasa, residivis narkoba, banding, bikin geleng pengacara, PN Denpasar, vonis narkoba, korting hukuman,

BIKIN KAGET-Terdakwa I Ketut Putra Yasa saat menjalani sidang pembacaan putusan secara daring. (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR–Diduga karena tak puas hanya mendapat korting atau pengurangan hukuman selama setahun, I Ketut Putra Yasa, 41, melawan.

Terdakwa yang juga residivis kasus narkotika, ini langsung tegas menyatakan banding usai Majelis Hakim pimpinan I Dewa Made Budi Watsara mengganjar dirinya dengan hukuman 11 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara.

“Saya banding” cetus Putra Yasa.

Baca juga: Gaet Wisatawan, Tahun Ini, Lima DTW di Karangasem Segera Ditata

Keputusan banding itu sempat membuat pengacara yang mendampingi terdakwa terkejut dan bikin‘geleng kepala’.

Pasalnya, keputusan Putra Yasa saat menyatakan banding tanpa meminta pertimbangan dan nasihat dari pengacaranya.

Sebelumnya, Putra dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Ni Made N. Lumisensi.

Sementara itu, saat pembacaan amar putusan, Hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 UU Narkotika.

Selain pidana badan, hakim juga menghukum terdakwa dengan denda Rp 1 miliar. “Apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama empat bulan,” kata hakim I Dewa Made Budi Watsara.

Sesuai surat dakwaan, Putra Yasa ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda Bali di sebuah vila di Jalan Raya Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Rabu, 2 Desember 2020 lalu.

Penangkapan Putra berawal dari tertangkapnya terdakwa Haris Arivianto (berkas terpisah) usai mengambil paket narkotik di kantor jasa ekspedisi, Kedonganan, Badung.

Dari tangan Haris, petugas kepolisian berhasil menyita 1 paket plastik klip berisi sabu seberat 24,87 gram netto, dan dua paket plastik klip yang berisi tablet ekstasi sebanyak 49 butir dengan berat 25,30 gram netto.

Haris mengaku mendapat perintah dari Yasa untuk mengambil paket narkotik itu.

Putra sendiri telah bermufakat dengan Sarif Efendi (DPO), Abang Muslim (DPO) dan Haris Arivianto (terdakwa berkas terpisah). 

(rb/san/pra/JPR)

 TOP