alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

ITDC Nusa Dua Dipastikan Jadi Venue BWF World Tour Finals 2021

29 Juni 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Federasi Bulutangkis Dunia,  Batminton World Federation, BWF,  Pengprov PBSI Bali, ITDC nusa dua, Indonesia Masters 2021,venue,

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat berlaga di Hongkong Open 2019. (Dok. Jawa Pos)

Share this      

DENPASAR- Federasi Bulutangkis Dunia atau Batminton World Federation (BWF) sudah mengumumkan Bali menjadi tuan rumah dari tiga kejuaraan bergengsi.

Tiga kompetisi bulutangkis bergengsi yang rencananya akan digelar dari November hingga Desember 2021 mendatang itu, yakni Indonesia Masters 2021 pada 16-21 November 202;  Indonesia Open 2021 pada 23-28 November 2021; dan World Tour Finals yang digelar dari 1-5 Desember 2021.

Khusus untuk turnamen Indonesia Masters, BWF menaikkan level turnamen  dari Super 500 menjadi Super 750. Sementara Indonesia Open tetap berada pada tingkat Super 1000.

Penyelenggaraan tiga turnamen beruntun di satu lokasi yang sama ini meniru konsep Asia Leg yang sukses digelar di Bangkok, Thailand pada awal tahun 2021 lalu.

Kala itu, BWF menggelar dua ajang Thailand Open dan ditutup dengan BWF World Tour Finals 2021.

Baca juga: Ibu Ini Kuliahkan Anak dan Berangkat Umrah Berkat Jadi Agen BRILink

Jika melihat Pulau Dewata, tidak ada GOR yang representatif untuk menggelar turnamen sebesar ini.

Maka solusi idealnya, turnamen digelar di kawasan ITDC, Nusa Dua.

Kepastian ITDC menjadi venue kompetisi bulutangkis bergensi ini, dipertegas oleh Ketum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali Wayan Winurjaya.

Menurutnya, dipilihnya ITDC sebagai venue pertandingan, itu mengacu dari beberapa aspek.

"Hotel yang berdekatan dengan tempat latihan. Lalu lokasi pertandingan yang dekat dengan rumah sakit berstandar internasional dan sebagainya. Makanya dipilihlah kawasan ITDC sebagai tempat pertandingan. Satu lagi yang dipersiapkan adalah ballroom The Westin Resort Nusa Dua," ujar Winurjaya.

Pihaknya bersama PB PBSI sudah melakukan inspeksi dan telah disampaikan langsung kepada BWF. “Jadi tidak mungkin Bali jadi tuan rumah jika tidak ada rekomendasi dari BWF,”tandasnya.

Ditambahkan, di turnamen akhir tahun nanti, pertarungan antar atlet pebulutangkis yang masuk di peringkat delapan besar pebulutangkis terbaik di dunia di setiap nomor akan menjadi momen yang langka.

Untuk itu, pihaknya berharap ada dukungan pemerintah untuk mensukseskan tiga turnamen tersebut.

"Selain Bali, banyak negara yang ingin menjadi tuan rumah. Secara langsung, negara tuan rumah akan disorot media dunia.

Terpilihnya Bali jadi kebanggaan tersendiri dan mereka (BWF) pasti punya alasan mengapa disini diselenggarakan WTF. Padahal DKI Jakarta punya lokasi sangat representatif," ucapnya.

Terkait kapan persiapan, dia mengaku persiapan bisa dilakukan satu bulan sebelum turnamen yang artinya pada Oktober nanti, persiapan sudah bisa dilakukan.

"Bahkan waktu dua minggu cukup. Persiapan untuk Sirnas saja bisa dilakukan tiga sampai empat hari sebelum pertandingan," tutupnya.

(rb/lit/pra/JPR)

 TOP