alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarbali
Home > Hiburan & Budaya
icon featured
Hiburan & Budaya

Nasib 8 Usulan Warisan Budaya Indonesia dari Klungkung Belum Jelas

05 Juli 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Tari Baris Jangkang, Warisan Budaya Tak Benda, WBTB, Indonesia, Klungkung, serombotan, uyah kusamba, tenun cepuk, tenun endek rangrang, gong tihingan,

Serombotan, salah satu kuliner dari Klungkung yang belum jelas nasibnya dalam usulan warisan budaya tak benda Indonesia. (IST)

Share this      

SEMARAPURA - Sebagai kabupaten yang dulunya merupakan pusat kerajaan Bali, Kabupaten Klungkung memiliki berbagai macam karya budaya. Hanya saja hingga saat ini baru Tari Baris Jangkang asal Kecamatan Nusa Penida yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Kadis Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, Minggu (4/7) mengungkapkan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung telah mengusulkan sejumlah karya budaya yang ada di Kabupaten Klungkung untuk bisa ditetapkan sebagai WBTB oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI sejak tahun 2018 lalu.

Adapun tahun 2018 lalu ada Tari Baris Jangkang, Dusun Pelilitan, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida yang diusulkan ditetapkan sebagai WBTB.

Baca juga: Airlangga Hartarto: Harmoko Panutan Bagi Kader Golkar

“Tari Baris Jangkang Nusa Penida akhirnya ditetapkan sebagai WBTB Indonesia tahun 2019,” ujarnya.

Setelah itu, setiap tahun Pemkab Klungkung mengusulkan sejumlah karya budaya agar menjad warisan budaya Indonesia. Dari tahun 2019 sampai tahun 2021, total ada delapan karya budaya yang diusulkan.

Yakni pada tahun 2019, Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali mengusulkan serombotan yang merupakan olahan sayuran khas Kabupaten Klungkung untuk bisa ditetapkan sebagai WBTB. Hanya saja hingga saat ini pihaknya belum mengetahui kelanjutan dari usulan tersebut.

“Hasil dari usulan itu belum ada kabar resmi ke kami,” ungkapnya.

Kemudian di tahun 2020, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung kembali mengusulkan sejumlah karya budaya Kabupaten Klungkung untuk bisa ditetapkan Kemendikbud Ristek sebagai WBTB.

Adapun karya budaya yang diusulkan itu terdiri dari Tenun Cepuk, Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida; ritual Dewa Masraman, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan; tradisi Mejaga-jaga, Desa Adat Besang Kawan Tohjiwa, Kelurahan Semarapura Kaja; dan Nong Nong Kling, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan.

“Karya budaya ini sudah masuk penilaian tahap satu. 3 karya budaya yang kami usulkan sempat diminta untuk dilengkapi deskripsinya, dan satu diverifikasi oleh pihak Kemendikbud Ristek. Dan semua sudah dilengkapi kekurangan usulannya. Sekarang tinggal menunggu hasil penilaian tahap dua. Kalau dinyatakan lolos, baru masuk tahap sidang. Bila semua tahap terlewati dan lolos maka sekitar Oktober ditetapkan,” jelasnya.

Sementara untuk tahun 2021, pihaknya mengusulkan Tenun Endek Rang-rang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida; Uyah (garam) Kusamba, Kecamatan Dawan; Genta Budaga, Kelurahan Semarapura Kauh dan Gong Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan untuk bisa ditetapkan sebagai WBTB.

“Jadi baru Baris Jangkang yang telah ditetapkan sebagai WBTB. Tidak ada dana pembinaan yang diberikan kementerian setelah karya budaya itu ditetapkan sebagai WBTB. Hanya pengakuan yang diperkuat dengan pemberian sertifikat,” tandasnya.

(rb/ayu/yor/JPR)

 TOP